Senin, 19 Juni 2017

Harus Baca!

Kalian harus baca link-link di bawah ini. Sangat miris. Tapi aku yakin kita bisa bangkit dari keterpurukan ini. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menjadikan membaca buku sebagai sebuah kebutuhan. Berikut aku sertakan kutipan dari artikel-artikelnya. Siapa tahu kamu makin tertarik! Selamat Membaca. Happy Reading Everyone! 


Pertama, bacalah dengan nama Rabb-mu yang telah menciptakan. Itu artinya, aktivi­tas membaca harus dapat mendekatkan diri kepa­da Allah. Bukan sebaliknya, membuat Allah murka atau membaca sesuatu yang justru menjauh­kan diri kepada Allah. Itu artinya, kualitas yang dibaca menjadi penting dalam Islam.
Membaca bukan sekedar hobi tapi merupakan kebu­tuhan mendasar dan prioritas. Karenanya, Rasulullah mem­be­baskan para tawanan pe­rang, jika mereka mau mengajarkan umat Islam membaca dan menulis. Ini merupakan bukti betapa pentingnya membaca dalam pandangan teologi Islam.
Kedua, kegiatan membaca yang kemudian melahirkan wawasan, pemikiran, gagasan, penemuan, pengetahuan, dan ilmu yang didapati oleh kita tidak boleh menjadikan kita sombong, angkuh dan bahkan melahirkan kemu­daratan bagi orang lain akibat ilmu kita. Makanya dalam Islam, ilmu tidak bebas nilai, tapi ia harus bersandar pada keimanan (teologis) dan syariat Islam. Karena itu tidak boleh mela­hir­kan kerusakan bagi orang lain.
( https://duniaperpustakaan.com/kemunduran-umat-islam-karena-umatnya-malas-membaca/ )

Arkian, jalan kaum Muslim (era kekinian) menuju pengetahuan terintangi oleh dogma, sikap apologetis, kemalasan, dan kebodohan yang sebenarnya tidaklah rumit. Namun kebanyakan, jalan kaum Muslim itu terintangi oleh sikap acuh tak acuh yang nyaris sempurna terhadap nilai akal dan peran yang dimainkannya dalam mencari ilmu pengetahuan. Kaum Muslim dewasa ini lebih suka membangun gedung-gedung ketimbang pikiran. Padahal, di zaman sekarang ini, siapa saja yang menguasai arus informasi, berarti menguasai wacana. 
https://duniaperpustakaan.com/sejarah-peradaban-buku-umat-islam-dan-kemerosotannya/ )


Dari paparan di atas, kita bisa mengetahu bahwa ada tiga hal mendasar di balik produktivitas ulama dalam bidang tulisan:
Pertama, keikhlasan
Mereka menulis dalam rangka investasi akhirat, bukan mencari sekadar dunia atau sanjungan umat.

Kedua, mereka sangat pandai dalam manajemen waktu.

Ketiga, adanya apresiasi dan kontribusi negara.

Bila ketiga hal tersebut saling bersinergi, maka produktivitas ulama dalam bidang tulisan akan kembali bangkit.
( https://duniaperpustakaan.com/rahasia-produktivitas-ulama-dalam-bidang-buku-tulisan-dan-ilmu-pengetahuan-pada-masa-kejayaan-islam/ )

Indonesia Gemar Membaca 2019

Wah, senang rasanya melihat tagline itu saat membuka situs http://www.perpusnas.go.id
Kebetulan lagi nyari-nyari buku untuk tulisanku, dan tidak sengaja masuk ke situs pepustakaan nasional Republik Indonesia. Ck. Tetep sedih pastinya. Walaupun ada harapan bahwa suatu saat minat baca masyaakat Indonesia bisa menngkat dan bahkan salah satu yang tertinggi di dunia. Teringat perkataan salah satu anggota komunitas taman baca Indonesia di acara Mata Najwa. Ia berkata bahwa sebenarnya tidak bisa dibilang bahwa tingkat minat baca penduduk Indonesia itu rendah. Hanya bisa dibuktikan ketika kita menyodorkan buku pada mereka, apakah mereka antusias atau tidak. Dari pernyataan-pernyataannya. Yang bisa aku simpulkan adalah bahwa sarana atau media penyaluran buku ia rasa masih amat sangat kurang. Yaps. Jelas. Walaupun sebenarnya juga sudah banyak perpustakaan yang tersedia, juga perpustakaan online. Dari pandangan aku pribadi, jika ada survei yang mengatakan bahwa minat baca bangsa Indonesia rendah. aku bisa katakan itu benar. Mengapa? Karena kebanyakan teman-temanku, masih enggan untuk membaca buku. Tidak semua memang, karena pasti ada diantara mereka yang juga gemar membaca seperti aku. Tapi itu bisa dihitung dengan jari. Ya semoga itu hanya prasangka saja. Semoga sebenarnya mereka juga suka membaca namun aku yang belum tahu saja. 

Balik lagi ke tagline yang menjadi judul artikel ku kali ini. setelah aku googling ternyata gerakan ini sudah dicanangkan sejak tahun 2015. Hmmm, berarti sudah hampir 2 tahun gerakan ini dilakukan yah. aku kurang update nih, ><
dikutip dari laman resminya http://perpusnas.go.id/2015/03/rakornas-perpustakaan-2015-menuju-indonesia-gemar-membaca-2019/ , Kepala Perpusnas Sri Sularsih dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama seluruh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) se-Indonesia mengatakan bahwa arah kebijakan Perpusnas saat ini adalah bagaimana meningkatkan budaya gemar membaca di masyarakat dan memperbaiki kualitas layanan perpustakaan, baik secara kapasitas, akses maupun utilitas. Budaya gemar membaca adalah upaya strategis untuk membentuk manusia Indonesia yang pintar, kreatif, berakhlak mulia dan berdaya saing. 

Dalam Renstra baru 2015-2019, Perpusnas mengusung visi Terwujudnya Indonesia Cerdas Melalui Gemar Membaca dengan Memberdayakan Perpustakaan. Muaranya adalah bagaimana mewujudkan Indonesia Gemar Membaca di 2019. Sasaran yang dicapai dari Renstra tersebut, antara lain adalah:
(1) menggerakkan masyarakat gemar membaca yang kreatif, inovatif, yang berbasis ilmu pengetahuan, 
(2) mendukung perkembangan perpustakaan di Indonesia, 
(3) meeningkatkan mutu dan diversifikasi layanan, 
(4) meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM perpustakaan, 
(5) mengembangkan koleksi nasional yang sesuai dengan khasanah lokal demi mewujudkan masyarakat belajar sepanjang hayat, dan 
(6) melakukan pelestarian naskah kuno/manuskrip dalam mewujudkan kepribadian dan ketahanan budaya bangsa.

Visi yang harus kita dukung bersama agar bisa segera terwujud! Jadi mari cobalah membaca buku yang tergeletak di meja belajar mu atau di rak bukumu. Kamu akan menemukan banyak manfaat tanpa kamu sadari. Percayalah! 

Happy Reading Everyone!

x

Kamis, 08 Juni 2017

Review Buku 4 You, LADIES


Judul Buku  : 4 You, LADIES
Penulis         : Aprilia Kartika
Penerbit       : Republika Penerbit
Tahun Terbit: Maret, 2015

blurb ***
Rasulullah Saw bersabda,
"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan , dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah perempuan sholehah." - HR. Muslim

Belief, Behavior, Brain, and Beauty. 
Empat hal yang perlu dijaga oleh kita ladies, agar sejalan dengan tuntunan Agama. Bila kita salah pilih jalan, kesia-siaan yang akan kita dapat. Berharap bahagia, justru sengsara yang didapat. Buku ini mengajak para muslimah untuk belajar bareng bagaimana menjadi perempuan yang sholehah. Muslimah yang tidak hanya lurus agamanya, namun juga cantik akhlaknya, cerdas otaknya, dan elok parasnya. ilustrasi-ilustrasi lucu yang mengawali setiap bab buku ini pasti akan membuat kamu semangat membacanya, Ladies.

***

Buku kartun dakwah ini sangat manis dan ringan untuk dibaca, pembahasannya dalam namun mampu dibawakan dengan ringan sehingga mudah untuk dipahami. Tuntas membahas problematika muslimah menghadapi arus perkembangan zaman yang banyak menyebabkan dari kita terbawa dan semakin jauh dari syariat Islam. Tentunya juga membahas tentang kegalauan yang sering melanda banyak perempuan tentang berbagai hal dalam hidup. tidak terkesan menggurui, bahkan menceritakan beberapa pengalaman hidupnya sampai akhirnya menyadari bahwa keyakinan kita pada Allah Swt. dapat mengubah sesuatu hal yang dianggap tidak mungkin sebelumnya oleh penulis. 

Memberiku pengetahuan yang  lebih banyak lagi mengenai ilmu agama, dan bagaimana menjalankan ibadah sesuai dengan perintah Allah dan Rasulullah. Bahwa kita sebagai manusia harus bisa meyakini sepenuh hati Allah adalah Dzat yang Maha Pemberi, Maha Pemurah. Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah. 

Pada Bab ke-4 "Tak Terasa Syirik.., Astaghfirullah" penulis memaparkan banyak hal lain yang mungkin selama ini kita anggap adalah hal biasa namun sudah termasuk dalam kategori perbuatan syirik. Contohnya saja masih tetap asyik menonton tv karena ada acara kesukaan kita padahal saat itu adzan telah berkumandang. Seolah acuh tak acuh dan tetap asyik menonton acara kesukaan kita tersebut. Astagfirullah kita lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk hal duniawi padahal waktu tersebut bisa kita gunakan untuk beribadah. kutipan yang saya sukai dalam bab ini adalah:

"Mencintai karena Allah, bertindak karena Allah, dan melangkah karena Allah. Allah ada di hati ini, Allah ada di pikiran ini, dan Allah ada di setiap langkah ini." - hlm. 16

Masya Allah, semoga kita bisa selalu menyertakan Allah dalam setiap langkah kita. Selalu mengingat bahwa tujuan kita diciptakan adalah hanya untuk menyembah kepada Allah Swt. Dan bahwa kita hidup di dunia untuk selalu senantiasi meraih Ridho Allah Swt,

Pada Bab ke-12 "Berdoa Itu Harus Yakin dan Pakai Hati" penulis secara tegas menyatakan bahwa 
"Dahsyatnya sebuah keyakinan hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang memiliki keyakinan pada Allah. -hlm. 53

"Pertolongan Allah hanya untuk mereka yang bertakwa. Dan, orang yang bertakwa adalah mereka yang yakin pada Allah dan mereka yang tidak pernah berputus asa terhadap rahmat Allah." - hlm. 55

Masih banyak lagi bab-bab lainnya yang tidak kalah seru dan pastinya menambah ilmu agama kita Insya Allah. Jadi di bulan ramadhan ini, buku bacaan apa saja yang sudah kamu baca? Semoga di bulan yang penuh berkah ini, kita bisa menghabiskan waktu luang kita untuk membaca buku yang tidak hanya sekedar menambah pengetahuan saja, namun menambah kecintaan kita kepada Allah dan Rasulullah. Semoga di bulan yang penuh ampunan kita ini, kita dapat memaksimalkan diri kita untuk beribadah dan memohon ampunan hanya pada Allah Swt. Semoga lancar puasanya sampai akhir ya!

Happy Reading!~

2024 will be Great! InsyaAllah

 assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh  hello bloggers! how are you today? Alhamdulillah i am fine, i pray you always healthy and God...