Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh💌
Alhamdulillah setelah sekian lama nggak pernah nulis di blog ini, akhirnya bisa kembali lagi untuk meluapkan emosi (?), membuang (?) endapan pikiran-pikiran biar nggak memenuhi isi kepala dan jadi pusing sendiri 😂😅
Jadi guys..
Akhir-akhir ini narasi moderasi beragama gencar disebar di berbagai platform. Ada yang menyetujui, banyak juga yang menentang, sebagian lagi acuh tak acuh (bukan urusan gue gitu). Tapi guys sebenarnya apa sih dampak moderasi beragama bagi kita kaum millenials? Kita perlu aware loh dengan masalah ini, karena ini menyangkut masa depan kita, kehidupan kita dunia akhirat!
Eh emang kenapa sih?
Jadi tuh narasi moderasi beragama ini akan berdampak semakin jauhnya kaum muslim dari memahami Islam secara kaffah/menyeluruh. Kita dipaksa untuk menyesuaikan Islam sesuai dengan nilai-nilai modern ala Barat. Padahal sebagai seorang muslim, udah sepantasnya kita itu hanya tunduk pada aturan Allah dan Rasullah. Dimana konsekuensi dari ketundukan ini membuat kita menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Islam haruslah menjadi landasan kita dalam berpikir dan bertindak.
Tapi kalau kita dipaksa menyesuaikan Islam dengan nilai-nilai Barat itu artinya Aturan Islam dibawah nilai-nilai Barat dong!? Astaghfirullah. Saking pengen dianggap sejalan dengan konsep/ide dari Barat apakah harus segitunya?
Pastinya BIG NO ya.. Karena kalau kayak gini sama aja artinya dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain alias syirik. Parah kan dampaknya!
Tapi kok banyak pemuka agama yang setuju dengan ide ini? Wallahu 'alam ya guys. Tapi penting buat kita ingat selalu, bahwa jangan sampai kita jadi umat yang ga iqro'. Alias asal ngikut aja apa kata pemuka agama tanpa menilai, menganalisis berpikir lebih dalam. Jangan sampai juga jadi kayak kaum bani Israil yang dilaknat Allah gegara menjadikan rahib-rahib (pemuka agama mereka) sebagai Tuhan yang setiap perkataannya dianggap benar.
Mungkin segitu dulu ya hari ini.
Semoga bisa lanjut besok lagi!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.