Senin, 18 Desember 2017

Perkuat Azzam | Untuk Mencari Ridho Allah


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakattuh.

Selamat malam semua, kali ini aku ingin berbagi sedikit tentang rencana jangka panjang yang aku buat, semoga bisa menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hidup harus selalu memberikan yang terbaik, dalam segala hal.

Azam kan dalam hati bahwa semua yang kita lakukan hanya untuk mencari ridho Allah semata, berkah yang lebih dari itu adalah bonus yang Allah berikan pada kita.

Malam ini, aku kembali diingatkan Allah dengan perantara sepupuku, tentang rencana jangka panjang ku yang tanpa sadar mulai tersingkirkan dengan beragam aktivitas baru. Sebagai perempuan sudah menjadi fitrahnya bahwa  aku menginginkan menjadi seorang ibu yang mampu mendidik anak semaksimal mungkin sesuai perintah Allah dan Rasulullah. Namun sebagai seorang muslimah, aku juga tidak boleh lupa bahwa menuntut ilmu adalah sebuah keharusan. Dalam Al-Qur’an sendiri, Allah telah menegaskan bahwa Allah menaikkan beberapa derajat orang yang berilmu. Maka sudah sepantasnya untuk berusaha terus belajar, untuk menimba ilmu akhirat dan juga ilmu dunia.

Bagaimana dengan biayanya? Dewasa ini, sudah banyak sekali aku temukan situs-situs yang menyediakan info beasiswa. Sekarang, tinggal bagaimana aku yang berusaha untuk mencari dan menggali informasi tersebut dan berusaha mendapatkan beasiswa tersebut. Semoga kita dapat menjadi salah satu dari penerima beasiswa-beasiswa yang ada.

Bahasa inggris, yaps. Tidak bisa dipungkiri, bahasa inggris adalah bahasa global. Jika aku mampu menguasai bahasa inggris, aku akan mampu berkompetisi. Maka, semangat dalam belajar bahasa inggris. adalah satu-satunya kunci untuk mewujudkannya. Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan, jangan sampai kita menyesal di kemudian hari.

Membaca buku. Bukan buku-buku fiksi. Melainkan non fiksi. Sesekali membaca fiksi untuk hiburan tidak akan menjadi masalah, tapi jika terlalu berkutat dengan fiksi akan sulit untuk mengindra permasalahan yang sebenarnya ada dan nyata di sekitarku. Baca berita jangan lupa! Berita nya pun harus kita saring terlebih dahulu. Berita yang ditulis oleh media yang benar-benar netral dan tidak memihak apalagi memfitnah pihak lain. Ketika memutuskan untuk menjadi ahli ekonomi, ahli manajemen. Maka, yang dibaca adalah buku-buku manajemen dan buku-buku yang mendukung. Apalagi ketika aku mampu menyelipkan ajaran-ajaran Islam di dalamnya. Menjadi muslimah yang mendunia, berilmu, dan sholehah, adalah impian dari setiap muslimah, seharusnya aku berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Tidak sekedar, menulis, membuat perencanaan, tapi juga melakukannya. Karena, yang paling penting dari semua itu adalah tindakan nyata yang aku lakukan.

Seribu buku yang kamu baca, seribu teori yang kamu pahami, jika kamu tidak beraksi, itu semua tidak akan ada artinya. Maka, mari berusaha, niatkan dalam hati, bahwa semua yang kita lakukan, akan mendapatkan balasannya. So, mengapa menyia-nyiakan waktu untuk bermalas-malasan? Ayo perkuat motivasi dan tujuan! Takbir! Allahu Akbar!

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakattuh.

18 Desember 2017 . 23:13 // 30 Rabiul Awal 1439 H

Selasa, 12 Desember 2017

Jika-Maka


JIka-Maka

Takut hanya kepada Allah

Maka, jika kamu takut hanya pada Allah, buktikan dengan tindakan

Jika kamu takut pada-Nya

Maka, kamu tidak akan berani menyia-nyiakan waktu barang hanya semenit saja

Jika kamu takut pada-Nya

Kamu tidak akan melakukan hal yang sia-sia atau bahkan keburukan

Jika kamu takut pada-Nya

Maka, kamu tidak akan bermalas-malasan

Jika kamu takut pada-Nya

Maka kamu akan berlomba-lomba melakukan kebaikan

Jika kamu takut pada-Nya

Maka, tidak akan sembarangan mulut ini berucap, apalagi ber-gibah ria

Jika kamu takut pada-Nya

Maka, semua hal yang kau lakukan hanya punya satu tujuan, menggapai ridho-Nya

Sudahkah kita demikian adanya?

Atau takut yang kita ucapkan hanya sebatas di bibir saja?

Tak bermakna apa-apa.


Semarang, 12 Desember 2017 pukul 23.16 // 24 Rabiul Awal 1439 H

Harapan & Semangat Baru di Akhir Tahun

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Selamat malam semua. Tak terasa kita sudah sampai di bulan Desember kembali. Artinya hanya dengan menghitung hari, tahun akan resmi berganti. Bagaimana goals set yang sudah kamu tetapkan? Apakah sudah secapainya sepenuhnya? Semoga tiap-tiap rencana yang kita buat semuanya hanya untuk mencari ridho Allah swt saja. Aamiin Allahuma Aamiin.

Malam ini, salah satu tweet seorang ustad yang saya kagumi, Ustad Felix Siauw membuat saya #terpelatuk. Hehehe ala-ala kids jaman now. Postingan yang sudah lama tahun 2013, namun mampu membuat saya berpikir ulang kembali. kurang lebih isinya adalah sebagai berikut:
"Bila kita tidur 7 jam sehari dan menulis 2 jam sehari | maaf kita bukan penulis tapi kita tukang tidur."

penulis adalah salah satu cita-cita saya yang insyaAllah akan senantiasa saya usahakan dan wujudkan. Semoga di tahun 2018, Allah ridhoi saya untuk menjadi penulis, aamiin allahuma aamiin. Namun ketika saya membaca tweet beliau saya tersadar bahwa sampai saat ini perjuangan saya masih sangat minim sekali untuk sampai pada cita-cita menjadi seorang penulis. contohnya saja, blog ini. Sudah berapa lama saya vakum, dan hanya sesekali memposting tulisan. Padahal ada berlembar-lembar tulisan yang tersebar di buku catatan saya, namun belum pernah saya tulis kembali dalam bentuk .doc. Hanya ditulis tanpa berusaha untuk mempostingnya kembali.

Akhir-akhir ini aku terlalu terfokus pada dunia bookstagram. Hobiku membaca-membaca dan hanya membaca untuk bisa me-review buku-buku yang aku baca. Tidak salah memang, namun ketika satu hal membuatmu lupa akan rencana-rencanamu yang lain, itu bisa jadi pertanda sebuah bencana bukan? Maka tentulah kita harus senantiasa mengingat bahwa Allah saja tidak suka hamba-Nya berlebihan dalam segala sesuatu, sudah sepatutnya kita sebagai hamba yang selalu berusaha menggapai ridho-Nya berusaha untuk melakukan semua hal secara seimbang, dan tidak berlebihan.

Bukan berarti hobi yang aku lakukan salah, tapi bagaimana kita bisa menempatkan apa yang kita sukai sesuai dengan porsinya. Seketika aku teringat bahwa Rasulullah saw bersabda, " Allah suka pada hamba yang berkarya dan terampil. Siapa berpayah mencari nafkah maka dia serupa dengan mujahid fii sabilillah." (HR. Ahmad)

Maka sudah sepantasnya, kita berusaha untuk menjadi manusia dan hamba Allah yang senantiasa bekerja keras dalam menghasilkan sebuah karya, terlebih-lebih karya yang tidak hanya memberikan manfaat untuk diri kita sendiri, namun juga bagi orang lain. Ayo berusaha untuk memanfaatkan setiap waktu yang telah Allah berikan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Berkarya dan terus berkarya untuk menggapai ridho Illahi, insyaa Allah.


Semarang, 12 Desember 2017 pukul 22.03 // 24 Rabiul Awal 1439 H
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Sabtu, 18 November 2017

Menulis Bagi Ku

Menulis itu adalah tentang ketenangan jiwa dan pikiran.
Melepaskan beban berat yang telah lama bersarang di ubun-ubun.
Penantian yang akhirnya tersampaikan setelah terus mencari-cari tempat untuk menumpahkan semua isi kepala.
Membersihkan gejolak-gejolak pikiran yang senantiasa membuat hati tak tenang.
Bukan ini bukan masalah hati yang tak tenang dalam arti harfiah.
Ini tentang kecintaannya pada dunia tulis menulis.
Menulis mampu merefleksikan apa yang tak sanggup hati terucap lewat lisan.
Menggantikan gundah dengan kepuasan yang tak dapat diartikan dan digantikan.
Menulis bagiku adalah hal yang seperti itu.


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Selamat siang semuanya! alhamdulillah, segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla, akhirnya aku bisa kembali menulis, setelah lama sekali tidak pernah menulis tentang apa pun. Puisi di atas adalah hal yang aku rasakan ketika aku tidak bisa menuangkan apa yang aku pikirkan ke dalam tulisan. Semoga Allah mudahkan langkahku untuk terus menulis. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Jumat, 15 September 2017

Sekedar Menyapa

Wah daebak! Rasanya aku sudah lama sekali tidak menulis di blog ini. Lihatlah sarang laba-laba yang sudah mulai mengotori blog ku sejak masih abg ini. #oke ini lebay.
Hari ini, Jumat, 15 September 2017. Aku tidak jadi datang ke sebuah acara kecil di kampus karena aku merasa tidak punya cukup tenaga untuk sekedar pergi ke kampus. Padahal aku mendapatkan free ticket karena sudah menyebarkan undangannya ke beberapa grup. Maafkan aku kak, tapi aku merasa konyol kalau mengikuti acara ini hanya untuk bertemu kamu.
Oke sekarang aku ingin bercerita tentang proyek-realisasi-mimpi yang sedang aku garap. Ntah kenapa aku merasa semakin melenceng dari tujuan yang aku rencanakan di awal kuliah dulu. Yapps, tidak semua hal yang kita rencanakan akan sesuai dengan harapan, tapi tetap saja rasanya aku bersalah karena tidak menggenggap mimpi itu dengan erat.
Aaa, for your information, saat ini aku telah berada di semester 3. Artinya sudah satu tahun berlalu sejak mimpi-mimpi itu direncanakan. Dari buku yang aku baca, dan aku merasa salah satunya, aku merasa aku tidak berusaha dengan keras untuk mewujudkan impian-impian itu. Aku merasa hanya berangan-angan dan lebih banyak melakukan hal-hal remeh temeh yang tidak berguna, atau hanya sedikit berguna. Aku terlalu sibuk mengurusi hal-hal kecil, namun hilang arah saat mencoba fokus pada hal-hal besar. Kau tahu rasanya seperti semua hal berlangsung begitu saja dan tidak menimbulkan kesan apa pun.
                Akhir-akhir ini aku juga tidak bisa sering pulang kampung, karena satu dan lain hal, yaa untungnya aku tidak terlalu sedih, dan bisa memaklumi apa yang terjadi saat ini. Hanya saja rasanya seperti hambar. Aku pun merasa seperti kurang produktif disbanding semester-semester sebelumnya. Mungkin minggu depan aku akan pulang. Kalian tahu bertemu dengan keluarga adalah obat terbaik bukan? Semoga saja perkuliahan ku semakin menyenangkan dan aku bisa menemukan sebagai diriku yang sepertinya menghilang. Aku ingin menjadi ceria seperti dulu dan tidak terlihat kaku seperti saat ini. Ntah kenapa, aku tidak menyukai diriku yang kaku dan pendiam. Tapi aku juga tidak tahu bagaimana caranya bersikap ceria, sesuatu yang dulu dengan mudah bisa aku perlihatkan kepada siapa saja.
                Hey kau tahu, sepertinya aku punya janji bertemu yang harus kujadwalkan ulang kembali, aku tidak boleh terlalu berlarut-larut meratapi ketidakproduktif-an ini bukan? Aku ingin jadi orang yang lebih-lebih produktif lagi. Amiin. Semoga kalian juga selalu bisa melakukan hal produktif dan hal-hal terbaik yaaa! Sampai jumpat!

Happy Blogging!

PS. aku menulisnya di hari jumat, namun baru sempat mempublikasikannya hari ini, Sabtu 16 September 2017. Ohya, bagi kalian yang membaca blog ini, mari berteman! tinggalkan komentarmu agar aku bisa mampir ke blog mu juga :)

Rabu, 26 Juli 2017

OPTIMIS | KERJA KERAS

Assalamualaikum.

Alhamdulillah pagi ini banyak sekali berkah, semoga keberkahan selalu menyertai kita semua. Amin. Senang sekali rasanya akhirnya bisa menulis di blog ini setelah hampir 1 bulan vakum. Menghitung hari menuju semester 3 dan habisnya masa liburan semester. aku mencoba untuk lebih produktif menulis. rencananya aku akan aktif di 2 akun pribadi dan 2 akun blog yang aku punya. Doakan lancar ya. Semoga bisa terus menuangkan ide dan tidak terganjal aktivitas kuliah, karena jujur di semster 2 kemarin aku cukup sibuk sehingga jarang sekali ngepost tulisan di sini. 

Selama liburan ini kerjaan aku juga cuma di rumah dan baca buku a.k.a novel, sesekali baca buku religi atau biografi tapi tetep lebih sering baca novel dimanapun dan kapanpun. hehe. Alhamdulillah juga kemarin ngisi jadwal rencana studi lancar meskipun akhirnya satu hari aku mengambil 3 mata kuliah sekaligus. Semoga semua berjalan lancar. 

aku berharap di semester 3 ini aku bisa lebih jujur terhadap diriku sendiri, aku bisa benar-benar memanfaatkan waktuku sebaik mungkin, mengerjakan tugas-tugas terlebih dahulu. concern dengan rencana-rencana yang sudah aku buat, dan nggak patah semangat meskipun nantinya akan banyak rintangan yang aku temui. nilai-nilaiku semakin membaik dan aku bisa memahami setiap materi perkuliahan yang diberikan dosen. Aku juga berharap bisa lebih berkontribusi di organisasi yang aku ikuti, dan lebih banyak menebar manfaat bagi orang lain. 

Aku juga berharap aku bisa mempresentasikan bahan presentasi dalam acara apapun dengan lebih lancar, sistematis, dan mudah dipahami. Lebih aktif juga di kelas, dan semoga bisa sering-sering diskusi dimanapun dan dengan siapapun. semoga bisa jadi MC (Master of Ceremony) lagi di semester ini supaya public speaking aku lebih bagus juga karena masih kaku sih dan belum  bisa menguasai panggung dengan baik. 

Yang terakhir semoga apa yang kita kerjakan bisa benar-benar bermanfaat untuk orang lain dan pastinya membuat kita menjadi orang yang lebih baik lagi. 

Sekian dulu tulisan aku kali ini, semoga kita bisa semakin produktif dari hari ke hari. 

Wassalamualaikum.

3 Dzulqa'dah 1438H / 27 Juli 2017

Senin, 19 Juni 2017

Harus Baca!

Kalian harus baca link-link di bawah ini. Sangat miris. Tapi aku yakin kita bisa bangkit dari keterpurukan ini. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menjadikan membaca buku sebagai sebuah kebutuhan. Berikut aku sertakan kutipan dari artikel-artikelnya. Siapa tahu kamu makin tertarik! Selamat Membaca. Happy Reading Everyone! 


Pertama, bacalah dengan nama Rabb-mu yang telah menciptakan. Itu artinya, aktivi­tas membaca harus dapat mendekatkan diri kepa­da Allah. Bukan sebaliknya, membuat Allah murka atau membaca sesuatu yang justru menjauh­kan diri kepada Allah. Itu artinya, kualitas yang dibaca menjadi penting dalam Islam.
Membaca bukan sekedar hobi tapi merupakan kebu­tuhan mendasar dan prioritas. Karenanya, Rasulullah mem­be­baskan para tawanan pe­rang, jika mereka mau mengajarkan umat Islam membaca dan menulis. Ini merupakan bukti betapa pentingnya membaca dalam pandangan teologi Islam.
Kedua, kegiatan membaca yang kemudian melahirkan wawasan, pemikiran, gagasan, penemuan, pengetahuan, dan ilmu yang didapati oleh kita tidak boleh menjadikan kita sombong, angkuh dan bahkan melahirkan kemu­daratan bagi orang lain akibat ilmu kita. Makanya dalam Islam, ilmu tidak bebas nilai, tapi ia harus bersandar pada keimanan (teologis) dan syariat Islam. Karena itu tidak boleh mela­hir­kan kerusakan bagi orang lain.
( https://duniaperpustakaan.com/kemunduran-umat-islam-karena-umatnya-malas-membaca/ )

Arkian, jalan kaum Muslim (era kekinian) menuju pengetahuan terintangi oleh dogma, sikap apologetis, kemalasan, dan kebodohan yang sebenarnya tidaklah rumit. Namun kebanyakan, jalan kaum Muslim itu terintangi oleh sikap acuh tak acuh yang nyaris sempurna terhadap nilai akal dan peran yang dimainkannya dalam mencari ilmu pengetahuan. Kaum Muslim dewasa ini lebih suka membangun gedung-gedung ketimbang pikiran. Padahal, di zaman sekarang ini, siapa saja yang menguasai arus informasi, berarti menguasai wacana. 
https://duniaperpustakaan.com/sejarah-peradaban-buku-umat-islam-dan-kemerosotannya/ )


Dari paparan di atas, kita bisa mengetahu bahwa ada tiga hal mendasar di balik produktivitas ulama dalam bidang tulisan:
Pertama, keikhlasan
Mereka menulis dalam rangka investasi akhirat, bukan mencari sekadar dunia atau sanjungan umat.

Kedua, mereka sangat pandai dalam manajemen waktu.

Ketiga, adanya apresiasi dan kontribusi negara.

Bila ketiga hal tersebut saling bersinergi, maka produktivitas ulama dalam bidang tulisan akan kembali bangkit.
( https://duniaperpustakaan.com/rahasia-produktivitas-ulama-dalam-bidang-buku-tulisan-dan-ilmu-pengetahuan-pada-masa-kejayaan-islam/ )

Indonesia Gemar Membaca 2019

Wah, senang rasanya melihat tagline itu saat membuka situs http://www.perpusnas.go.id
Kebetulan lagi nyari-nyari buku untuk tulisanku, dan tidak sengaja masuk ke situs pepustakaan nasional Republik Indonesia. Ck. Tetep sedih pastinya. Walaupun ada harapan bahwa suatu saat minat baca masyaakat Indonesia bisa menngkat dan bahkan salah satu yang tertinggi di dunia. Teringat perkataan salah satu anggota komunitas taman baca Indonesia di acara Mata Najwa. Ia berkata bahwa sebenarnya tidak bisa dibilang bahwa tingkat minat baca penduduk Indonesia itu rendah. Hanya bisa dibuktikan ketika kita menyodorkan buku pada mereka, apakah mereka antusias atau tidak. Dari pernyataan-pernyataannya. Yang bisa aku simpulkan adalah bahwa sarana atau media penyaluran buku ia rasa masih amat sangat kurang. Yaps. Jelas. Walaupun sebenarnya juga sudah banyak perpustakaan yang tersedia, juga perpustakaan online. Dari pandangan aku pribadi, jika ada survei yang mengatakan bahwa minat baca bangsa Indonesia rendah. aku bisa katakan itu benar. Mengapa? Karena kebanyakan teman-temanku, masih enggan untuk membaca buku. Tidak semua memang, karena pasti ada diantara mereka yang juga gemar membaca seperti aku. Tapi itu bisa dihitung dengan jari. Ya semoga itu hanya prasangka saja. Semoga sebenarnya mereka juga suka membaca namun aku yang belum tahu saja. 

Balik lagi ke tagline yang menjadi judul artikel ku kali ini. setelah aku googling ternyata gerakan ini sudah dicanangkan sejak tahun 2015. Hmmm, berarti sudah hampir 2 tahun gerakan ini dilakukan yah. aku kurang update nih, ><
dikutip dari laman resminya http://perpusnas.go.id/2015/03/rakornas-perpustakaan-2015-menuju-indonesia-gemar-membaca-2019/ , Kepala Perpusnas Sri Sularsih dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama seluruh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) se-Indonesia mengatakan bahwa arah kebijakan Perpusnas saat ini adalah bagaimana meningkatkan budaya gemar membaca di masyarakat dan memperbaiki kualitas layanan perpustakaan, baik secara kapasitas, akses maupun utilitas. Budaya gemar membaca adalah upaya strategis untuk membentuk manusia Indonesia yang pintar, kreatif, berakhlak mulia dan berdaya saing. 

Dalam Renstra baru 2015-2019, Perpusnas mengusung visi Terwujudnya Indonesia Cerdas Melalui Gemar Membaca dengan Memberdayakan Perpustakaan. Muaranya adalah bagaimana mewujudkan Indonesia Gemar Membaca di 2019. Sasaran yang dicapai dari Renstra tersebut, antara lain adalah:
(1) menggerakkan masyarakat gemar membaca yang kreatif, inovatif, yang berbasis ilmu pengetahuan, 
(2) mendukung perkembangan perpustakaan di Indonesia, 
(3) meeningkatkan mutu dan diversifikasi layanan, 
(4) meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM perpustakaan, 
(5) mengembangkan koleksi nasional yang sesuai dengan khasanah lokal demi mewujudkan masyarakat belajar sepanjang hayat, dan 
(6) melakukan pelestarian naskah kuno/manuskrip dalam mewujudkan kepribadian dan ketahanan budaya bangsa.

Visi yang harus kita dukung bersama agar bisa segera terwujud! Jadi mari cobalah membaca buku yang tergeletak di meja belajar mu atau di rak bukumu. Kamu akan menemukan banyak manfaat tanpa kamu sadari. Percayalah! 

Happy Reading Everyone!

x

Kamis, 08 Juni 2017

Review Buku 4 You, LADIES


Judul Buku  : 4 You, LADIES
Penulis         : Aprilia Kartika
Penerbit       : Republika Penerbit
Tahun Terbit: Maret, 2015

blurb ***
Rasulullah Saw bersabda,
"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan , dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah perempuan sholehah." - HR. Muslim

Belief, Behavior, Brain, and Beauty. 
Empat hal yang perlu dijaga oleh kita ladies, agar sejalan dengan tuntunan Agama. Bila kita salah pilih jalan, kesia-siaan yang akan kita dapat. Berharap bahagia, justru sengsara yang didapat. Buku ini mengajak para muslimah untuk belajar bareng bagaimana menjadi perempuan yang sholehah. Muslimah yang tidak hanya lurus agamanya, namun juga cantik akhlaknya, cerdas otaknya, dan elok parasnya. ilustrasi-ilustrasi lucu yang mengawali setiap bab buku ini pasti akan membuat kamu semangat membacanya, Ladies.

***

Buku kartun dakwah ini sangat manis dan ringan untuk dibaca, pembahasannya dalam namun mampu dibawakan dengan ringan sehingga mudah untuk dipahami. Tuntas membahas problematika muslimah menghadapi arus perkembangan zaman yang banyak menyebabkan dari kita terbawa dan semakin jauh dari syariat Islam. Tentunya juga membahas tentang kegalauan yang sering melanda banyak perempuan tentang berbagai hal dalam hidup. tidak terkesan menggurui, bahkan menceritakan beberapa pengalaman hidupnya sampai akhirnya menyadari bahwa keyakinan kita pada Allah Swt. dapat mengubah sesuatu hal yang dianggap tidak mungkin sebelumnya oleh penulis. 

Memberiku pengetahuan yang  lebih banyak lagi mengenai ilmu agama, dan bagaimana menjalankan ibadah sesuai dengan perintah Allah dan Rasulullah. Bahwa kita sebagai manusia harus bisa meyakini sepenuh hati Allah adalah Dzat yang Maha Pemberi, Maha Pemurah. Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah. 

Pada Bab ke-4 "Tak Terasa Syirik.., Astaghfirullah" penulis memaparkan banyak hal lain yang mungkin selama ini kita anggap adalah hal biasa namun sudah termasuk dalam kategori perbuatan syirik. Contohnya saja masih tetap asyik menonton tv karena ada acara kesukaan kita padahal saat itu adzan telah berkumandang. Seolah acuh tak acuh dan tetap asyik menonton acara kesukaan kita tersebut. Astagfirullah kita lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk hal duniawi padahal waktu tersebut bisa kita gunakan untuk beribadah. kutipan yang saya sukai dalam bab ini adalah:

"Mencintai karena Allah, bertindak karena Allah, dan melangkah karena Allah. Allah ada di hati ini, Allah ada di pikiran ini, dan Allah ada di setiap langkah ini." - hlm. 16

Masya Allah, semoga kita bisa selalu menyertakan Allah dalam setiap langkah kita. Selalu mengingat bahwa tujuan kita diciptakan adalah hanya untuk menyembah kepada Allah Swt. Dan bahwa kita hidup di dunia untuk selalu senantiasi meraih Ridho Allah Swt,

Pada Bab ke-12 "Berdoa Itu Harus Yakin dan Pakai Hati" penulis secara tegas menyatakan bahwa 
"Dahsyatnya sebuah keyakinan hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang memiliki keyakinan pada Allah. -hlm. 53

"Pertolongan Allah hanya untuk mereka yang bertakwa. Dan, orang yang bertakwa adalah mereka yang yakin pada Allah dan mereka yang tidak pernah berputus asa terhadap rahmat Allah." - hlm. 55

Masih banyak lagi bab-bab lainnya yang tidak kalah seru dan pastinya menambah ilmu agama kita Insya Allah. Jadi di bulan ramadhan ini, buku bacaan apa saja yang sudah kamu baca? Semoga di bulan yang penuh berkah ini, kita bisa menghabiskan waktu luang kita untuk membaca buku yang tidak hanya sekedar menambah pengetahuan saja, namun menambah kecintaan kita kepada Allah dan Rasulullah. Semoga di bulan yang penuh ampunan kita ini, kita dapat memaksimalkan diri kita untuk beribadah dan memohon ampunan hanya pada Allah Swt. Semoga lancar puasanya sampai akhir ya!

Happy Reading!~

Sabtu, 01 April 2017

Unek-unek

Dalam hidup kita pasti pernah merasakan rasa jenuh yang tiba-tiba muncul. Mengapa bisa demikian?
Mungkin kita kurang olah raga. Kurang refreshing, atau justru kurang bergaul? Atau mungkin karena terlalu jenuh dengan rutinitas yang biasa kita jalani?
Dalam hidup kita pasti punya tujuan hidup yang berbeda-beda, atau mungkin, punya mimpi yang berbeda-beda.
Apakah kamu sudah memperjuangkan mimpi dan menyusun rencana untuk mewujudkannya?
Ataukah itu semua Cuma angan-angan semu yang kau rajut?
Maksudku, hanya kau angan-angan setinggi mungkin, tapi tak pernah berusaha kau wujudkan?
Ayolah, bangkit! Tidak akan ada yang membantumu mewujudkannya kecuali dirimu sendiri. Karena hanya kamulah yang mengerti betul mimpi apa yang ingin kau raih.
Jika kamu sudah punya mimpi itu adalah hal yang sangat bagus! Maka jangan Cuma bisa bermimpi setinggi langit, tapi berusahalah mencapai langit yang kau ciptakan itu. Jangan hanya termangu, dan berharap. Jangan hanya menunggu. Bergeraklah, bangkitlah, berlarilah, bersahabatlah dengan waktu. Jadikan waktu sebagai teman terbaikmu, karena waktu tidak pernah mengkhianati. Dia berjalan sama untuk setiap orang. Maka pergunakanlah waktumu dengan sebaik-baiknya. Buatlah setiap waktu yang kamu lalui punya arti. Sesuatu yang bisa kamu banggakan nantinya. Sesuatu yang bisa kamu jadikan acuan bahwa kamu telah melakukan apa yang kamu bisa lakukan sebaik-baiknya, semaksimal yang kamu bisa.

Ayo jangan hanya sekedar menjadi sang pemimpi, kamu juga harus menjadi sang pemimpin, paling tidak untuk dirimu sendiri!

Rabu, 01 Februari 2017

Hello 2017!

Hai! Akhirnya aku aktif kembali setelah beberapa bulan tidak pernah memposting apapun. Nggak terasa satu bulan di tahun 2017 telah berakhir. Ada beberapa goals yang masih berjalan, ada juga wacana yang masih tetap jadi wacana. Sekarang di bulan baru dan pastinya selalu ada harapan baru setiap harinya, aku akan mewujudkan target-target yang sudah aku buat di awal tahun ini ataupun di akhir tahun lalu. Satu pepatah menyebutkan satu tindakan itu lebih baik dari 1001 teori. Maksudku adalah percuma saja membuat banyak perencanaan jika itu hanya sebuah perencanaan tanpa tindakan. Maklum lah liburan semester yang sangat panjang ini membuatku terlalu santai sampai lupa akan target-target yang sudah aku rencanakan.                        
           Ada banyak draft yang sebenarnya ingin aku post tapi karena belum sampai selesai hanya menjadi draft-draft dalam folder. Aku juga sedang menikmati kebersamaan bersama keluarga jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama mereka. Beberapa hari lagi aku akan kembali berkutat dengan rutinitas sebagai seorang mahasiswa. Semoga saja semua berjalan lancar dan aku bisa mengikuti semua kegiatan perkuliahan dengan baik. Amin. Semoga aku bisa akrab dengan teman-teman sekelasku, tidak sabar untuk mengenal teman-teman yang mungkin pada semester lalu tidak sekelas denganku. Semoga semakin rajin menulis, dimanapun dan kapanpun. Semoga tambah banyak juga buku bacaan yang berhasil aku selesaikan. Hehehe.
                Ngomong-ngomong soal buku, aku sudah berhasil membaca beberapa buku, yaitu novel seperti Bumi, Bulan karya Tere Liye, novel Dilan, Milea karya Pidi Baiq dan buku dari artis ask.fm dorippu yang berjudul Doriyaki. Sekarang sedang berusaha membaca novel Ayahku (bukan) pembohong karya Tere Liye, buku karya Prof. Boediono berjudul Ekonomi Indonesia dan mungkin akan membaca novel Setelah Hujan Yang Jatuh ke Bumi karya Boy Candra. Merasa miris sih karena baru menyelesaikan 5 buku yang sebenarnya aku bacanya juga kurang mendetail alias membaca cepat. Ini salah satu kebiasaan yang harus diubah karena kadang kalau lagi sharing sama temen tentang novel-novel yang sudah aku baca, aku seperti tidak mengingat bagian itu hahaha buruk ya? Karena kalau aku sendiri sudah ketagihan dengan suatu cerita rasanya ingin cepat-cepat mengetahui endingnya seperti apa.

                Ada juga “janji” review yang belum aku penuhi. Yaps, review novel Love Trip karya Putu Kurniawati dan Istanbul karya Retni SB, rasanya janji itu aku buat hampir setengah tahun yang lalu. Maafkan aku belum bisa memenuhi karena ingin membaca ulang lagi novelnya agar reviewnya lebih baik. *SERIUS ini bukan alasan aja* hehe. Semoga saja aku bisa membuat review-review itu setelah aku memasuki perkuliahan tanpa mengganggu jadwal perkuliahan itu sendiri pastinya. Hehehe. Itu saja untuk kali ini. Semoga aku bisa memperbaiki tampilan blogku ini jadi lebih baik. AMIN! Mohon doanya yaaa!

2024 will be Great! InsyaAllah

 assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh  hello bloggers! how are you today? Alhamdulillah i am fine, i pray you always healthy and God...