Selasa, 04 September 2018

Maunya Instan – Hari ke 9 | Tantangan 30 Hari Menulis


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Ok, aku bakal nyicil hutang tulisan ini. Tapi, sepertinya ini agak melenceng dari niat awal. Tujuan tantangan ini kan agar aku terbiasa menulis tiap hari bukan pada berapa banyak tulisan yang bisa aku hasilkan. So, setiap aku bolong nulisnya, itu artinya 30 hari nya semakin mundur dan mundur. Maksudnya yang awalnya selesai dalam 30 hari, bisa jadi lebih karena ada hari yang terlewat tanpa menulis di blog ini. Ihhh ribet banget sih Al?! Gapapa toh aku ini yang ngejalani hehe

Yaps, balik ke topik awal yaitu “Maunya Instan”.  Nggak bisa dipungkiri lagi dengan akses internet dan teknologi yang berkembang pesat, manusia seolah-olah terus menerus dikejar oleh waktu. Benar-benar dikejar –kejar waktu sampai-sampai mereka lupa caranya bersopan santun, mereka perlahan tapi pasti melupakan budaya ketimuran kita satu ini. Apa-apa maunya cepat, segera selesai, tanpa dia lupa semua hal itu bisa terlaksana dengan proses dan step-stepnya. Maka penting banget bagi kita generasi millenial ini untuk punya skala prioritas aktivitas yang akan kita lakukan jadi ke depannya juga nggak akan saling bertabrakan.

Tapi pernah nggak sih kita sadar kalau gara-gara semua yang serba instan ini kebanyakan orang jadi gampang banget emosi, gampang banget naik darah, dan jadi nggak sabaran. Mereka maunya semua hal itu berjalan sesuai kemauannya. Padahal yaaa nggak bisa gitu juga. Etdah aing ngomong apa sih. Well, target itu perlu tapi tetap harus liat kondisi. Tapi balik lagi nggak boleh gampang putus asa dan malah nyalahin keadaan itu nggak benar juga.

Tekanan kapitalisme kian lama makin kerasa tau nggak. Semua hal sekarang kaitannya sama materi. Kadar kemanusiaan manusiapun semakin menurun. Dan itu budaya sopan santun di kalangan orang seusiaku kian hari kian mengkhawatirkan. Apa sih susahnya kita membuka percakapan dengan perkenalan dan sekedar basa-basi? Apalagi sama orang yang cuma kita kenal di dunia maya. Heran aja gitu sama mereka yang grasah-grusuh buat dapetin sesuatu. Ya pokoknya kita harus terus memelihara sifat kemanusiaan dalam diri kita, jangan sampai raga ini manusia tapi jiwanya robot yang kaku dan nggak mengenal lagi yang namanya sopan santun.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bukan Nggak Sempat hanya Nggak Menyempatkan – Hari ke-8 | Tantangan 30 Hari Menulis



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wowww, kayaknya ini judul terpanjang di T30HM kali ini. Alhamdulillah akhirnya bisa menyempatkan kembali menulis setelah 10 Hari absen. Masya Allah. Lalai. Fix mah ini lalai, menyepelekan tantangan yang dibuat sendiri, trus nggak sadar kalau udah 10 hari nggak nulis. Artinya aku punya 10 tulisan juga dong yang harus aku selesaikan. Masya Allah, Allahu Akbar!

Oke fokus dengan judul tulisan kali ini, aku akan membahas tentang seberapa sering kita beralasan tidak sempat padahal sejujurnya kita bukan tidak ada waktu, tapi benar-benar tidak menyempatkan waktu untuk melakukan sesuatu. Contoh kecilnya yang real dalam kehidupanku adalah masalah ngisi termos. What? Apa hubungannya Al? Yess, dari semester 2 kalau nggak salah, sampai akhirnya udah semester 5 gini itu baru di semester 5 akhirnya termos yang aku bawa dari rumah itu berfungsi, alias dipake buat nyimpan air panas. Itu pun qadarullah karena kemarin aku sempat kena batuk flu dan nggak enak banget rasanya kalau minumnya bukan air hangat. Otomatis mau nggak mau yang dari jaman baheula nggak pernah menyempatkan akhinya dilakuin juga. See, bukan karena nggak sempat, tapi nggak mau menyempatkan. Ini buat introspeksi diri aja ya, bukan untuk saling judge atau menyalahkan. Sering kali kita atau aku lebih tepatnya memberikan segudang alasan atas hal-hal yang belum dicapai—dalam hal ini sampai ke hal-hal kecil macam termos—karena memang tidak mau menyempatkan diri. Kalau kata Ust Felix yaaa ini jelas banget yaaa godaan syaitan. Mereka membuat kita lalai melupakan kewajiban atau aktivitas-aktivitas hingga saat waktu berlalu yang terasa adalah penyesalan-penyesalan.

Well, sekarang pun aku menyesal karena punya 10 hutang tulisan. Berarti aku harus mencari lebih keras terkait ide-ide tulisan apa saja yang akan aku hadirkan nantinya. Nggak boleh males, nggak boleh bilang ntaran, tapi jangan sampai juga jadi lalai dengan kewajiban lain seperti menghafal al-Qur’an ataupun mengerjakan tugas kuliah. Pokoknya selalu berpikir dan beraksi yaa. Jangan kebanyakan bukan sosmed Al!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

2024 will be Great! InsyaAllah

 assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh  hello bloggers! how are you today? Alhamdulillah i am fine, i pray you always healthy and God...