Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Ok,
aku bakal nyicil hutang tulisan ini. Tapi, sepertinya ini agak melenceng dari
niat awal. Tujuan tantangan ini kan agar aku terbiasa menulis tiap hari bukan
pada berapa banyak tulisan yang bisa aku hasilkan. So, setiap aku bolong
nulisnya, itu artinya 30 hari nya semakin mundur dan mundur. Maksudnya yang
awalnya selesai dalam 30 hari, bisa jadi lebih karena ada hari yang terlewat
tanpa menulis di blog ini. Ihhh ribet banget sih Al?! Gapapa toh aku ini yang ngejalani
hehe
Yaps,
balik ke topik awal yaitu “Maunya Instan”.
Nggak bisa dipungkiri lagi dengan akses internet dan teknologi yang
berkembang pesat, manusia seolah-olah terus menerus dikejar oleh waktu. Benar-benar
dikejar –kejar waktu sampai-sampai mereka lupa caranya bersopan santun, mereka
perlahan tapi pasti melupakan budaya ketimuran kita satu ini. Apa-apa maunya
cepat, segera selesai, tanpa dia lupa semua hal itu bisa terlaksana dengan
proses dan step-stepnya. Maka penting banget bagi kita generasi millenial ini
untuk punya skala prioritas aktivitas yang akan kita lakukan jadi ke depannya
juga nggak akan saling bertabrakan.
Tapi
pernah nggak sih kita sadar kalau gara-gara semua yang serba instan ini
kebanyakan orang jadi gampang banget emosi, gampang banget naik darah, dan jadi
nggak sabaran. Mereka maunya semua hal itu berjalan sesuai kemauannya. Padahal yaaa
nggak bisa gitu juga. Etdah aing ngomong apa sih. Well, target itu perlu tapi
tetap harus liat kondisi. Tapi balik lagi nggak boleh gampang putus asa dan
malah nyalahin keadaan itu nggak benar juga.
Tekanan
kapitalisme kian lama makin kerasa tau nggak. Semua hal sekarang kaitannya sama
materi. Kadar kemanusiaan manusiapun semakin menurun. Dan itu budaya sopan
santun di kalangan orang seusiaku kian hari kian mengkhawatirkan. Apa sih
susahnya kita membuka percakapan dengan perkenalan dan sekedar basa-basi? Apalagi
sama orang yang cuma kita kenal di dunia maya. Heran aja gitu sama mereka yang
grasah-grusuh buat dapetin sesuatu. Ya pokoknya kita harus terus memelihara
sifat kemanusiaan dalam diri kita, jangan sampai raga ini manusia tapi jiwanya
robot yang kaku dan nggak mengenal lagi yang namanya sopan santun.
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.