Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Wowww,
kayaknya ini judul terpanjang di T30HM kali ini. Alhamdulillah akhirnya bisa
menyempatkan kembali menulis setelah 10 Hari absen. Masya Allah. Lalai. Fix mah
ini lalai, menyepelekan tantangan yang dibuat sendiri, trus nggak sadar kalau
udah 10 hari nggak nulis. Artinya aku punya 10 tulisan juga dong yang harus aku
selesaikan. Masya Allah, Allahu Akbar!
Oke
fokus dengan judul tulisan kali ini, aku akan membahas tentang seberapa sering
kita beralasan tidak sempat padahal sejujurnya kita bukan tidak ada waktu, tapi
benar-benar tidak menyempatkan waktu untuk melakukan sesuatu. Contoh kecilnya
yang real dalam kehidupanku adalah masalah ngisi termos. What? Apa hubungannya
Al? Yess, dari semester 2 kalau nggak salah, sampai akhirnya udah semester 5
gini itu baru di semester 5 akhirnya termos yang aku bawa dari rumah itu
berfungsi, alias dipake buat nyimpan air panas. Itu pun qadarullah karena
kemarin aku sempat kena batuk flu dan nggak enak banget rasanya kalau minumnya
bukan air hangat. Otomatis mau nggak mau yang dari jaman baheula nggak pernah
menyempatkan akhinya dilakuin juga. See, bukan karena nggak sempat, tapi nggak
mau menyempatkan. Ini buat introspeksi diri aja ya, bukan untuk saling judge
atau menyalahkan. Sering kali kita atau aku lebih tepatnya memberikan segudang
alasan atas hal-hal yang belum dicapai—dalam hal ini sampai ke hal-hal kecil
macam termos—karena memang tidak mau menyempatkan diri. Kalau kata Ust Felix
yaaa ini jelas banget yaaa godaan syaitan. Mereka membuat kita lalai melupakan
kewajiban atau aktivitas-aktivitas hingga saat waktu berlalu yang terasa adalah
penyesalan-penyesalan.
Well,
sekarang pun aku menyesal karena punya 10 hutang tulisan. Berarti aku harus mencari
lebih keras terkait ide-ide tulisan apa saja yang akan aku hadirkan nantinya. Nggak
boleh males, nggak boleh bilang ntaran, tapi jangan sampai juga jadi lalai
dengan kewajiban lain seperti menghafal al-Qur’an ataupun mengerjakan tugas
kuliah. Pokoknya selalu berpikir dan beraksi yaa. Jangan kebanyakan bukan sosmed
Al!
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar