Rabu, 15 Juli 2015

Terimakasih HUJAN

         Hujan tak pernah lelah meinggalkan peristiwa di setiap tetesannya.
         Hujan selalu memberi kesan romantisme yang berbeda.
         Hujan selalu menjadi saksi bisu kisah-kisah tak terlupakan dalam hidup seseorang.
tak terkecuali Aku :)

         Sore itu, aku baru selesai membaca di perpustakaan sekolah. mungkin jika tidak dibentak habis-habisan sama bu Nunik, guru piket yang lagi tugas piket menjaga perpustakaan, sekarang aku pasti maish tenggelam dalam buku bacaanku. huft, hari apes nih kayaknya, udah tadi bacaan lagi seru-serunya, sekarang malah tiba-tiba turun hujan, mana nggak bawa jas hujan. terpaksa deh aku menunggu di pos satpam sekolah. saat sedang berlari menuju pos satpam, tiba-tiba saja aku merasa menabrak sesosok pria bertubuh tinggi, dan sesaat kemudian aku sudah jatuh terduduk di tanah. "Ups, sorry!" lalu tanpa berbasa-basi dia meninggalkanku begitu saja yang berdiri diam. dan sejak itu aku menamainnya "Rain". Pertemuan tak terduga yang sangat berkesan. Dia tampan, putih, dan berwajah oriental, tipe pria yang sangat aku sukai. walaupun sepertinya umurnya lebih tua daripada aku, mungkin sekarang dia kuliah dan berada di semester 2 atau 3. pertemuan di sore hari yang sangat manis, tentunya di temani hujan, sahabat setiaku. 
         Yaps! itu sebabnya aku menamai pria itu Rain, karena aku sangat teropsesi dengan hujan, dan karena hujanlah sahabat sejatiku, dan satu lagi, aku bertemu dengannya di bawah hujan ^^.   huft, untung akhirnya aku bertemu dengan satpam yang juga saudara dari tukang kebun yang bekerja di rumahku, jadi aku bisa nebeng pulang sama dia. asikk! yey! Hujan memang selalu indah :)
         "Ya ampun! itu Rain! Cowok yang waktu itu aku pernah ceritain ke kamu! Ingat nggak Vin?" waktu itu aku tanpa sadar berteriak pada Vinna, sahabatku yang lain selain hujan. "Hah? Mana? Bener dia namanya Rain? Aku panggil ya!" dan tanpa ba-bi-bu alias aba-aba dia langsung berteriak memanggil nama rain. padahal jelas-jelas nama itu hanya nama asal yang aku berikan padanya. Dan sontak saja, pengunjung cafe yang sedang berada di sana, menoleh ke arah kami. nggak ketinggalan pria yang ku maksud ikut menoleh, dan entah mengapa berjalan pelan ke arah kami. "Sorry, kamu manggil aku?" kata pria itu pada Vinna dengan ekspresi bingung yang kentara sekali terlihat meski ia tutupi dengan senyum manisnya. tapi sesaat kemudian, "Eh! kamu yang waktu itu yang nggak sengaja aku tabrak waktu itukan? Sorry banget ya! Sorry banget." katanya tak lupa meninggalkan senyumannya. "Oh iya, gapapa, kenalin aku Elang. Elang Rain Anggara, salam kenal." sambil kemudian tanpa diduga dia menjabat tanganku dan bertanya, "Namamu?" "Eh, iya, aku Sita, Savira Tiara Permata. Dan ini temenku Vinna Candra." "Wow namamu unik!" "Eh kenapa tadi manggil? "Oh itu tadi aku mau manggil reinita temen aku, tapi ternyata dia udah jauh, dan malah kamu yang muncul, sorry ya." kata Vinna dengan muka menyesal. pas! bisa banget dia buat alasan konyol kayak gitu. beruntung banget hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

2024 will be Great! InsyaAllah

 assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh  hello bloggers! how are you today? Alhamdulillah i am fine, i pray you always healthy and God...