Senin, 22 Agustus 2016

Antara Cita-Cita, Minat, dan Cinta

                Aku adalah seorang mahasiswa fakultas ekonomi yang sangat menyukai music dan seni. Bukan hal yang aneh memang, namun akhir-akhir ini, karena di salah satu media sosial aku sering memposting karya handlettering aku, ada beberapa teman yang menyarankan aku kuliah design dan lebih baik menjadi anak seni. Well, aku bangga dengan sebutan anak seni, salah satu dosenku di fakultas,yang mengajar mata kuliah bahasa indonesia, saat itu secara kebetulan bertanya kepadaku seni apa yang bisa aku lakukan, dan aku berkata pada beliau bahwa aku bisa menyanyi dan menggambar. I love it. Dan beliau berkata bila anak yang bisa seni dan menyukai seni adalah orang yang bisa menyeimbangkan keadaan emosionalnya sehingga bisa selalu tenang dalam menghadapi masalah. Sesuatu yang sangat aku syukuri. Untungnya jiwa seni dari  ibuku mengalir dalam tubuhku, dan tanpa aku sadari semakin besar dari hari ke hari.
                Di masa muda, ibuku sangat suka kegiatan yang berhubungan dengan seni, dan prakarya, sampai sekarang pun ibu masih suka membuat barang-barang kerajinan untuk dijual ataupun untuk memuaskan hasrat membuat kerajinan saja. Ibuku juga sangat lihai dalam hal menggambar, baik itu menggambar hewan, manusia, beliau bisa melakukannya dengan baik. Sejak kecil beliau selalu membantuku dan adikku ketika kami sedang mendapat tugas membuat suatu prakarya. Terkadang, malah beliau yang menyelesaikan tugas kami, jika sampai malam tugas itu belum juga selesai. Beliau adalah orang yang sangat menyukai kegiatan seperti itu tanpa memandang waktu. Terkadang bila sedang ada pesanan, beliau mampu menyelesaikannya hingga dini hari.
                Beliau juga sangat pandai dalam hal memasak, baik itu masakan daerah ataupun jajanan khas suatu daerah. Sayangnya bakat itu belum terasa nyata dalam diriku, aku lebih suka makan daripada memasak di dapur. Namun bila terpaksa aku bisa memasak. Hahaha, mungkin aku hanya malas saja mengasah kemampuan memasakku. Ibu pernah berkata bahwa setiap perempuan pasti bisa memasak, karena itu memang kodrat kita sebagai perempuan. Yang jadi permasalahannya, adalah pada diri kita sendiri, mau melakukannya, mau belajar, atau tidak.
                Kembali lagi, ke masalah seni, apa hubungan dengan cita-cita, minat, dan cinta? Seni adalah bidang yang ingin aku tekuni sampai kapanpun, walaupun nantinya aku  ingin menjadi akademisi di bidang ekonomi dan menjadi ahli di bidang ekonomi. Cita-citaku sangat besar, aku ingin menjadi menteri keuangan. Dan ingin menjadi pimpinan salah satu direksi di Bank Indonesia. Semoga saja cita-cita itu bisa terkabul. Sekarang adalah saat dimana aku harus berjuang satu persatu, dari hal terkecil dulu untuk bisa mewujudkan cita-citaku tersebut. Aku juga ingin bisa mengambil beasiswa dan melanjutkan S2 dibidang finance, dan target utamaku adalah Oxford University. Atau nggak banyak universitas di Inggris lain yang nggak kalah bagus. Itu impian besarku diantara ratusan mimpi besar yang selalu aku gantung setinggi langit, dan selalu ada dalam doaku.
                Semua hal yang kalian cita-citakan dalam hidup, ataupun minat kalian dalam bidang apapun itu pasti pada dasarnya didasarkan oleh kecintaan kalian terhadap apa yang menarik menurut sudut pandang kalian. Tanpa cinta rasanya mustahil seseorang dapat bertahan dengan apa yang mereka minati dan cita-citakan. Cinta membuat seseorang memiliki gairah dan semangat demi mengembangkan minat dan bakat mereka, serta semangat untuk meraih apa yang menjadi cita-citanya. Dengan cinta pengorbanan apapun dapat dilakukan, karena cinta adalah materi terkuat yang bisa mengalahkan segalanya. Tentunya cinta itu harus bisa memberikan dampak positif bagi diri kita dan juga bagi hidup kita.
                Minat ku yang lain adalah di bidang tulis menulis ini. Hobi membaca yang sudah melekat sejak dini pada diriku membuat aku terbiasa menulis ide-ide yang tiba-tiba muncul dalam benakku. Merangkai kata dan menyusunnya menjadi kalimat kemudian paragraf, sampai akhirnya bisa menjadi tulisan yang menarik, adalah hobi yang semoga sampai kapanpun akan terus aku lakukan. Dengan menulis secara langsung otak terasah untuk terus berpikir kritis dan semakin mendorongku untuk terus membaca agar tata bahasa dan tatanan serta struktur bahasa yang aku miliki semakin luas. Menurutku membaca dan menulis adalah kegiatan yang tidak akan bisa terpisahkan, khususnya dalam hidupku. Dengan membaca kita belajar melihat suatu persoalan tidak hanya dari satu sudut pandang saja, melainkan melihatnya dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Dengan membaca, intelektual kita juga akan semakin terasah. Kita bisa juga memposisikan diri dalam berbagai situasi. Dengan membaca juga kita mengasah kinerja otak sehingga tidak melemah dan layu atau bahkan mati. Karena jutaan sel otak dalam kepala kita dapat mati jika kita jarang menggunakannya.
                Minat lain yang aku sukai adalah musik. I love it. Musik membantu kita memahami sekitar. Mampu membawa ketenangan hati dan kedamaian serta mampu membangkitkan semangat. Dengan mendengarkan musik sel otak kita juga dapat berfungsi dengan lebih baik, karena itu banyak diantara kita yang ketika belajar sambil mendengarkan musik. Musik juga merupakan bagian dari hidupku yang tidak akan pernah bisa terlepaskan. Karena aku sangat menyukainya. Menyanyi, bermain alat musik, membaca not angka, adalah kegiatan yang sangat aku sukai. Lagi-lagi itu karena ibuku yang mewariskannya kepadaku. Ya ibuku sangat suka menyanyi, walaupun beliau tidak bisa bermain musik beliau sangat suka menyanyi, hampir setiap hari dan dimanapun beliau bernyanyi bermacam-macam lagu. Oiya hobi membaca yang aku miliki juga merupakan warisan yang beliau turunkan padaku. Beliau sangat suka membaca, sehingga wawasan beliau sangatlah luas. Beliau juga masih up to date dengan berita-berita terbaru hingga saat ini.
                Karena dari tadi aku hanya berbicara mengenai apa saja yang ibuku wariskan kepadaku, aku ingin sedikit bercerita tentang gen apa yang diberikan oleh bapakku. Beliau adalah orang yang tegas, begitu pula aku, beliau juga sangat menyukai olahraga sama sepertiku. Aku bisa berenang dan bersepeda itu semua berkat beliau. Beliau mengajariku sejak aku berumur 3 tahun. Beliau juga suka mengajakku bermain ke pantai dan tempat wisata alam lainnya. Beliau juga lah yang mendidikku hingga aku bisa sampai ke tahap ini. Beliau yang mengajarkanku untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, kapanpun dan dimanapun. beliau yang selalu berkata untuk selalu meminta pertolongan hanya kepada Allah. Beliau mengajarkanku untuk bisa menghargai perbedaan, menghargai orang lain. Beliau orang yang sangat ramah menurutku. Auranya sangat menentramkan. Pernahh suatu ketika saat ada acara di tempat tinggalku, aku bisa melihat aura dan cahaya yang terpancar begitu indah dari wajah beliau. Beliau juga adalah orang yang selalu mengingatkanku untu belajar sholat tepat waktu, dan jangan pernah lupa untuk bersedekah. Sosok bapak yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. J
                Aku rasa cukup untuk tulisan kali ini, aku sangat puas karena bisa menuangkan pikiran-pikiran yang sudah lumayan lama ada di kepala dan baru sempat aku keluarkan saat ini. Aku juga senang karena tulisan kali ini lumayan panjang daripada tulisan-tulisan sebelumnya. Semoga bisa terus seperti ini, walaupun lebih panjang tapi tulisannya tepat berbobot dan ringan untuk dibaca dan mudah dipahami. Happy reading everyone!

                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

2024 will be Great! InsyaAllah

 assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh  hello bloggers! how are you today? Alhamdulillah i am fine, i pray you always healthy and God...