Senin, 29 Agustus 2016

Kampus, Kuliah, Kumpul, Repeat Again

Yaps! Itulah kegiatan yang sehari-hari aku lakukan sekarang. Sejauh ini menyenangkan walaupun tugas menumpuk disana-sini, tapi semua aku lakukan dengan senang hati. Dan aku sangat percaya semua hal yang dilakukan dengan hati pasti akan terasa menyenangkan dan hasilnya akan sangat memuaskan, InsyaAllah J. Aku selalu mencoba untuk tidak pernah lupa bersyukur kepada Allah atas nikmat yang Allah berikan kepadaku setiap harinya. Walaupun lelah, capek, kadang sampai sakit karena kelelahan, aku selalu bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan padaku. Terlepas dari kelelahan yang mungkin sebenarnya kesalahanku sendiri karena kurang menjaga pola makan, dan makanan apa yang masuk ke tubuh, aku juga percaya bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita, Allah selalu memberikan cobaan sesuai kemampuan kita. Walau mungkin saat ini kamu merasa kamu nggak sanggup untuk melakukan apa yang dulu kamu idam-idamkan, atau mungkin malah cita-citamu, percaya Allah selalu menyiapkan yang terbaik untukmu.
Terkadang, kita harus mundur beberapa langkah untuk maju 10 kali lebih cepat dari sekarang. Terkadang kita harus menerima semua ketetapan Allah, walaupun hati terus meronta-meronta, dan merasa tidak mendapat keadilan, karena percayalah Allah tidak akan pernah meninggalkan umatnya yang selalu berserah diri dan berpasrah diri hanya kepada-Nya. Allah pasti akan menggantikan apa yang mungkin menjadi mimpi besar kita dengan yang lebih baik untuk kita, di dunia juga di akhirat. InsyaAllah J. Dalam hidup ini kita pasti akan melewati hal-hal sulit yang kita anggap sebagai cobaan. Itu semua semata-mata pasti untuk menjadikanmu manusia yang lebih baik lagi. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan pastinya untuk membuatmu menjadi lebih dekat kepada Allah SWT.
Kembali lagi ke topik awal yang menjadi judul tulisan ini, baru beberapa minggu memang perkuliahan di kampus aku resmi dimulai. Namun intensitas tugas dan seminar, serta kegiatan mahasiswa sudah semakin bertambah dari hari ke hari. Kebetulan, aku juga suka mengikuti kegiatan-kegiatan kampus yang diadakan organisasi semacam BEM di Fakultas. Dan baru minggu lalu aku resmi bergabung menjadi salah satu anggotanya. Nama Acaranya adalah Sophomore. Mengusung tema “Blessed, Beyond, Belief” acara yang terdiri dari berbagai kegiatan dan aku masuk di tim Mahakarya Sophomore 2016 ini mengajak para penontonnya untuk mulai sekarang bersyukur dengan hal-hal kecil yang mungkin tidak kita sadari terjadi di sekeliling kita. Jadi acara Sophomore ini merupakan singkatan dari Sound, Photography, and More. Dan setiap tahunnya rutin diadakan. Acara ini diselenggarakan untuk menjadi ajang perkenalan angkatan baru yang menjadi peserta dari keseluruhan acara Mahakarya Sophomore. Acara ini juga diselenggarakan untuk menyambut Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP.
Jadi acara yang minggu lalu aku ikuti tersebut adalah acara pembuka untuk para calon peserta yang sudah dinyatakan resmi sebagai bagian dari Mahakarya Sophomore. Kalau para senior menyebutnya “BrainStorming”. Sayangnya, tidak semua peserta bisa mengikuti kegiatan ini. Padahal dari acara ini diharapkan para peserta dapat berkenalan, dan bisa mengenal satu sama lain. Karena selama 2 bulan ke depan mereka akan bekerja sama membuat acara yang akan berkesan bagi setiap penontonnya. Doakan ya acaranya dapat terselenggarakan dengan baik, lancar, dan pecah!!!! Karena aku sangat antusias denga acara ini dan temanya yang juga nggak kalah menarik dan bikin penasaran. Tunggu yaa aku bakal share acara Sophomore nanti dan semoga bisa PETJAHHH!!! J
Masalah kumpul, yaaa apalagi kalau bukan kumpul bareng temen-temen jurusan, kadang juga sama jurusan lain juga sih, dan sepertinya intensitasnya bakal lebih tinggi lagi karena bakal ada acara buat mahasiswa baru gitu, semacam pengenalan lebih dalam ke jurusan, kakak tingkatan, dan organisasi di dalam jurusan. Dan biasanya acara semacam ini bakal berlangsung selama berbulan-bulan, ya nggak segitunya sih, mungkin sekitar sebulan, dua bulan, atau mungkin bisa lebih dari itu. Semoga saja acaranya benar-benar bisa memberikan manfaat untuk semua peserta ataupun panitiannya sendiri. Semoga bisa lebih akrab juga sama teman-teman seangkatan dan kakak tingkatan juga.
Masalah kuliah! Huft, baru jalan 3 minggu dan tugas udah menumpuk dan menggunung mungkin. Karena biasanya dosen nggak Cuma memberikan satu tugas saja, melainkan dua, bahkan bisa tiga tugas sekaligus. Dinikmati dan terus dinikmati sih kalau aku hahaha. Dan alhamdulillah semua tugasnya menyenangkan karena semuanya pasti tentang ekonomi. Yang pastinya jadi hal baru yang aku rindukan selama beberapa tahun ini. Semoga saja selalu diberikan kemudahan, kekuatan untuk selalu bisa menyelesaikan semua tugas dan juga ujian dengan baik. Karena aku punya target untuk bisa lulus secepatnya. Dan semoga itu terkabul. Amin J. Dan sebenarnya yang membuat aku tetap bersemangat adalah karena kebanyakan tugas yang diberikan adalah merangkum suatu materi. Jadi aku bisa dapat 2 manfaat sekaligus, membaca dan menulis. 2 hal yang sangat aku sukai. Aku bisa mengasah kemampuan membaca dan menulis sekaligus. Sungguh menyenangkan!

Mungkin sekian dulu untuk tulisan kali ini, semoga semua hal positif yang aku jalani saat ini bisa berjalan dengan lancar dan baik. Dan pastinya bisa membuatku menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Semoga juga bisa kegiatan-kegiatan yang aku lakukan itu bisa bermanfaat bagi orang lain. Selamat beraktivitas! Happy Reading Everyone!

Senin, 22 Agustus 2016

Antara Cita-Cita, Minat, dan Cinta

                Aku adalah seorang mahasiswa fakultas ekonomi yang sangat menyukai music dan seni. Bukan hal yang aneh memang, namun akhir-akhir ini, karena di salah satu media sosial aku sering memposting karya handlettering aku, ada beberapa teman yang menyarankan aku kuliah design dan lebih baik menjadi anak seni. Well, aku bangga dengan sebutan anak seni, salah satu dosenku di fakultas,yang mengajar mata kuliah bahasa indonesia, saat itu secara kebetulan bertanya kepadaku seni apa yang bisa aku lakukan, dan aku berkata pada beliau bahwa aku bisa menyanyi dan menggambar. I love it. Dan beliau berkata bila anak yang bisa seni dan menyukai seni adalah orang yang bisa menyeimbangkan keadaan emosionalnya sehingga bisa selalu tenang dalam menghadapi masalah. Sesuatu yang sangat aku syukuri. Untungnya jiwa seni dari  ibuku mengalir dalam tubuhku, dan tanpa aku sadari semakin besar dari hari ke hari.
                Di masa muda, ibuku sangat suka kegiatan yang berhubungan dengan seni, dan prakarya, sampai sekarang pun ibu masih suka membuat barang-barang kerajinan untuk dijual ataupun untuk memuaskan hasrat membuat kerajinan saja. Ibuku juga sangat lihai dalam hal menggambar, baik itu menggambar hewan, manusia, beliau bisa melakukannya dengan baik. Sejak kecil beliau selalu membantuku dan adikku ketika kami sedang mendapat tugas membuat suatu prakarya. Terkadang, malah beliau yang menyelesaikan tugas kami, jika sampai malam tugas itu belum juga selesai. Beliau adalah orang yang sangat menyukai kegiatan seperti itu tanpa memandang waktu. Terkadang bila sedang ada pesanan, beliau mampu menyelesaikannya hingga dini hari.
                Beliau juga sangat pandai dalam hal memasak, baik itu masakan daerah ataupun jajanan khas suatu daerah. Sayangnya bakat itu belum terasa nyata dalam diriku, aku lebih suka makan daripada memasak di dapur. Namun bila terpaksa aku bisa memasak. Hahaha, mungkin aku hanya malas saja mengasah kemampuan memasakku. Ibu pernah berkata bahwa setiap perempuan pasti bisa memasak, karena itu memang kodrat kita sebagai perempuan. Yang jadi permasalahannya, adalah pada diri kita sendiri, mau melakukannya, mau belajar, atau tidak.
                Kembali lagi, ke masalah seni, apa hubungan dengan cita-cita, minat, dan cinta? Seni adalah bidang yang ingin aku tekuni sampai kapanpun, walaupun nantinya aku  ingin menjadi akademisi di bidang ekonomi dan menjadi ahli di bidang ekonomi. Cita-citaku sangat besar, aku ingin menjadi menteri keuangan. Dan ingin menjadi pimpinan salah satu direksi di Bank Indonesia. Semoga saja cita-cita itu bisa terkabul. Sekarang adalah saat dimana aku harus berjuang satu persatu, dari hal terkecil dulu untuk bisa mewujudkan cita-citaku tersebut. Aku juga ingin bisa mengambil beasiswa dan melanjutkan S2 dibidang finance, dan target utamaku adalah Oxford University. Atau nggak banyak universitas di Inggris lain yang nggak kalah bagus. Itu impian besarku diantara ratusan mimpi besar yang selalu aku gantung setinggi langit, dan selalu ada dalam doaku.
                Semua hal yang kalian cita-citakan dalam hidup, ataupun minat kalian dalam bidang apapun itu pasti pada dasarnya didasarkan oleh kecintaan kalian terhadap apa yang menarik menurut sudut pandang kalian. Tanpa cinta rasanya mustahil seseorang dapat bertahan dengan apa yang mereka minati dan cita-citakan. Cinta membuat seseorang memiliki gairah dan semangat demi mengembangkan minat dan bakat mereka, serta semangat untuk meraih apa yang menjadi cita-citanya. Dengan cinta pengorbanan apapun dapat dilakukan, karena cinta adalah materi terkuat yang bisa mengalahkan segalanya. Tentunya cinta itu harus bisa memberikan dampak positif bagi diri kita dan juga bagi hidup kita.
                Minat ku yang lain adalah di bidang tulis menulis ini. Hobi membaca yang sudah melekat sejak dini pada diriku membuat aku terbiasa menulis ide-ide yang tiba-tiba muncul dalam benakku. Merangkai kata dan menyusunnya menjadi kalimat kemudian paragraf, sampai akhirnya bisa menjadi tulisan yang menarik, adalah hobi yang semoga sampai kapanpun akan terus aku lakukan. Dengan menulis secara langsung otak terasah untuk terus berpikir kritis dan semakin mendorongku untuk terus membaca agar tata bahasa dan tatanan serta struktur bahasa yang aku miliki semakin luas. Menurutku membaca dan menulis adalah kegiatan yang tidak akan bisa terpisahkan, khususnya dalam hidupku. Dengan membaca kita belajar melihat suatu persoalan tidak hanya dari satu sudut pandang saja, melainkan melihatnya dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Dengan membaca, intelektual kita juga akan semakin terasah. Kita bisa juga memposisikan diri dalam berbagai situasi. Dengan membaca juga kita mengasah kinerja otak sehingga tidak melemah dan layu atau bahkan mati. Karena jutaan sel otak dalam kepala kita dapat mati jika kita jarang menggunakannya.
                Minat lain yang aku sukai adalah musik. I love it. Musik membantu kita memahami sekitar. Mampu membawa ketenangan hati dan kedamaian serta mampu membangkitkan semangat. Dengan mendengarkan musik sel otak kita juga dapat berfungsi dengan lebih baik, karena itu banyak diantara kita yang ketika belajar sambil mendengarkan musik. Musik juga merupakan bagian dari hidupku yang tidak akan pernah bisa terlepaskan. Karena aku sangat menyukainya. Menyanyi, bermain alat musik, membaca not angka, adalah kegiatan yang sangat aku sukai. Lagi-lagi itu karena ibuku yang mewariskannya kepadaku. Ya ibuku sangat suka menyanyi, walaupun beliau tidak bisa bermain musik beliau sangat suka menyanyi, hampir setiap hari dan dimanapun beliau bernyanyi bermacam-macam lagu. Oiya hobi membaca yang aku miliki juga merupakan warisan yang beliau turunkan padaku. Beliau sangat suka membaca, sehingga wawasan beliau sangatlah luas. Beliau juga masih up to date dengan berita-berita terbaru hingga saat ini.
                Karena dari tadi aku hanya berbicara mengenai apa saja yang ibuku wariskan kepadaku, aku ingin sedikit bercerita tentang gen apa yang diberikan oleh bapakku. Beliau adalah orang yang tegas, begitu pula aku, beliau juga sangat menyukai olahraga sama sepertiku. Aku bisa berenang dan bersepeda itu semua berkat beliau. Beliau mengajariku sejak aku berumur 3 tahun. Beliau juga suka mengajakku bermain ke pantai dan tempat wisata alam lainnya. Beliau juga lah yang mendidikku hingga aku bisa sampai ke tahap ini. Beliau yang mengajarkanku untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, kapanpun dan dimanapun. beliau yang selalu berkata untuk selalu meminta pertolongan hanya kepada Allah. Beliau mengajarkanku untuk bisa menghargai perbedaan, menghargai orang lain. Beliau orang yang sangat ramah menurutku. Auranya sangat menentramkan. Pernahh suatu ketika saat ada acara di tempat tinggalku, aku bisa melihat aura dan cahaya yang terpancar begitu indah dari wajah beliau. Beliau juga adalah orang yang selalu mengingatkanku untu belajar sholat tepat waktu, dan jangan pernah lupa untuk bersedekah. Sosok bapak yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. J
                Aku rasa cukup untuk tulisan kali ini, aku sangat puas karena bisa menuangkan pikiran-pikiran yang sudah lumayan lama ada di kepala dan baru sempat aku keluarkan saat ini. Aku juga senang karena tulisan kali ini lumayan panjang daripada tulisan-tulisan sebelumnya. Semoga bisa terus seperti ini, walaupun lebih panjang tapi tulisannya tepat berbobot dan ringan untuk dibaca dan mudah dipahami. Happy reading everyone!

                

Minggu, 21 Agustus 2016

Kebahagiaan dan Kesedihan yang Saling Melengkapi


Pernahkah kalian mengalami perasaan itu dalam satu hari yang sama? Aku rasa kalian pasti pernah merasakannya. Ntah kenapa, perasaan khawatir yang tiba-tiba muncul ketika sedang bahagia itu selalu muncul. Kekhawatiran bahwa kebahagiaan yang aku rasakan pasti akan memiliki rasa sakit pada akhirnya. Mungkin itu hanyal sugesti saja, yang mendekam terlalu dalam di alam bawah sadarku, seperti alarm kebakaran yang menjadi pertanda bagi siapapun yang mendengarnya. Sama seperti alarm yang selalu berbunyi dan mengingatkan ku untuk tidak pernah terlalu bahagia atas sesuatu hal, karena kebahagiaan yang berlebihan pada akhirnya hanya akan memberi luka. Mungkin kalian merasa aneh saat membaca artikel ini, karena isinya seperti menumpahkan kegundahan hati yang begitu menyesakkan. Yang kurang lebih memang seperti itu adanya. Selalu ada sedikit kekhawatiran yang justru menjadi pengingat bahwa Tuhan memberitahu kita untuk bahagia secukupnya saja, namun selalu bersyukur sebanyak-banyaknya.
Siang itu ntah kenapa hatiku dilanda perasaan yang aku pun tak bisa mendeskripsikannya. Perasaan senang ketika kamu bisa sebentar saja berbicara dengan orang yang akhir-akhir ini selalu bisa menemanimu. Membuatmu tak henti-hentinya tersenyum bahkan ketika panas matahari sangat menyiksa saat itu. Menyukainya? Mungkin itu kata yang terlalu cepat untuk disimpulkan. Mungkin aku hanya merasa nyaman ketika aku berada di dekatnya, ketika aku bisa dengan leluasa berkeluh kesah tentang hal-hal yang terjadi disekitarku. Mungkin perasaan nyaman itu pula yang membuatku senang sekali ketika bertemu dengannya walaupun hanya dalam hitungan menit saja. Rasa nyaman itu pula yang dapat membuatmu salah tingkah ketika kamu harus berhadapan dengannya di depan umum. Sesuatu hal yang sangat jarang terjadi pada orang cuek sepertiku. Perasaan nyaman itu juga yang membuatku menata diri lebih lama daripada biasanya. Sesuatu yang jarang sekali aku lakukan. Pertemuan singkat yang dapat membuat hariku serasa lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya.
Namun, ternyata Tuhan selalu menyayangiku, Tuhan selalu mengingatkanku akan kebahagiaan semu yang kapan saja bisa Tuhan ambil dariku. Sorenya ketika aku bersama salah satu teman baikku yang lain, yang ntah kenapa sejak pertama kali aku melihatnya getaran-getaran aneh selalu muncul tiba-tiba ntah darimana dan semakin besar dari hari ke hari. Ketika rasa senang itu masih sedikit membekas dalam ingatan, cerita-cerita dari lelaki penyebab getaran itu memberikan luka yang sedikit menyiksa hati kecil dan rapuh ini. Hanya dengan satu cerita, satu objek saja, luka itu bisa memberikan rasa sakit hingga meneteskan air mata. Sesuatu yang sangat berharga dan harusnya hanya jatuh disaat-saat terpenting saja. Rasa itu sungguh memberikan efek yang buruk pada diriku sore itu, aku tak bisa merasakan semilir-semilir angin yang selalu aku rasakan dengan senang dan bahagia, aku tak bisa memandang takjub semburat-semburat keemasan yang bertebaran di langit, pertanda malam akan tiba, seperti hari-hari sebelumnya. Rasa kecewa itu mengingatkanku untuk selalu bersyukur pada Tuhan, yang selalu mengingatkan ku pentingnya bersyukur dan memandang semua hal secukupnya, tanpa euforia berlebihan yang hanya akan meninggalkan luka lebih dalam lagi.
Antara perasaan senang dan perasaan terluka
Antara sang Hujan dan sang Angin
Antara perasaan nyaman dan getaran-getaran

Sungguh aku berada diantara persimpangan yang tak aku mengerti kemana aku harus melangkah, menuju nyamannya suasana hujan, atau semilir-semilir angin yang selalu memberikan kesegaran dan semangat baru untukku.  

Jangan Lupa Bersyukur Hari Ini

Alhamdulillah, i always try to remember to say that everyday. And i think we must do that, especially for all muslims in the world.
Yah alhamdulillah,  mungkin erat kaitannya dengan kata bersyukur, bersyukur atas semua nikmat dan rahmat yang telah Allah berikan kepada kita, para hambanya. Bersyukur, kata itu adalah kata sederhana yang menurut penulis punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda dalam penerapannya. Manusia punya pandangan yang berbeda tentang apa itu dan bagaimana cara untuk bersyukur. Dengan bersyukur secara pribadi penulis beranggapan langkah kita akan lebih mudah dalam bertindak dan berprilaku serta bersikap. Seakan-akan Tuhan juga turut serta membantu kita untuk melangkah agar tidak salah langkah dan terjatuh. Dengan bersyukur kita berpasrah diri dan menyadari bahwa apa yang sudah kita dapatkan di dunia, semua hanyalah milik Allah, yang tanpa kita duga bisa kapan saja Allah ambil kembali dari kita.
Kenapa aku membahas ini dalam artikel kali ini, adalah karena aku ingin dengan tulisan ini dapat mengispirasi banyak orang untuk selalu bersyukur sepahit apapun keadaan kita, dan percaya bahwa Tuhan selalu memberikan hikmah dan yang terbaik untuk kita. Banyak hal yang tanpa kita sadari adalah hal yang sebenarnya terbaik untuk diri kita. Kadang kita bisa amat sangat terlambat untuk menyadari itu semua, jadi mulai sekarang mari kita belajar untuk lebih memandang suatu hal dari berbagai sisi, dan dari berbagai sudut pandang. Karena pada akhirnya jika kita bisa mengerti mengapa hal itu bisa terjadi kepada kita, kita akan amat sangat bersyukur kepada Allah atas rahmat yang telah Allah berikan kepada kita.
Intinya dalam hidup ini, hal utama yang selalu harus kita lakukan adalah selalu bersyukur dan meminta ampunan atas semua kesalahan kita selama hidup di dunia ini hanya kepada Allah. Dengan melakukan semua itu, bisa menjadi tanda bahwa kita mencintai diri kita sendiri, mencintai Allah tentunya, mencintai kedua orang tua kita, dan semua hal yang ada dalam hidup kita dengan tentunya tidak berlebihan, karena semua hal dalam hidup kita hanyalah milih Sang Pencipta, kita hanya meminjam dan bukan pemilik yang abadi. Semoga hari esok akan selalu lebih baik dari hari kemarin, dan kita bisa menjadi seorang muslim yang senantiasa berlindung dan berjalan di jalan Allah, Amin.


2024 will be Great! InsyaAllah

 assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh  hello bloggers! how are you today? Alhamdulillah i am fine, i pray you always healthy and God...