Minggu, 21 Agustus 2016

Kebahagiaan dan Kesedihan yang Saling Melengkapi


Pernahkah kalian mengalami perasaan itu dalam satu hari yang sama? Aku rasa kalian pasti pernah merasakannya. Ntah kenapa, perasaan khawatir yang tiba-tiba muncul ketika sedang bahagia itu selalu muncul. Kekhawatiran bahwa kebahagiaan yang aku rasakan pasti akan memiliki rasa sakit pada akhirnya. Mungkin itu hanyal sugesti saja, yang mendekam terlalu dalam di alam bawah sadarku, seperti alarm kebakaran yang menjadi pertanda bagi siapapun yang mendengarnya. Sama seperti alarm yang selalu berbunyi dan mengingatkan ku untuk tidak pernah terlalu bahagia atas sesuatu hal, karena kebahagiaan yang berlebihan pada akhirnya hanya akan memberi luka. Mungkin kalian merasa aneh saat membaca artikel ini, karena isinya seperti menumpahkan kegundahan hati yang begitu menyesakkan. Yang kurang lebih memang seperti itu adanya. Selalu ada sedikit kekhawatiran yang justru menjadi pengingat bahwa Tuhan memberitahu kita untuk bahagia secukupnya saja, namun selalu bersyukur sebanyak-banyaknya.
Siang itu ntah kenapa hatiku dilanda perasaan yang aku pun tak bisa mendeskripsikannya. Perasaan senang ketika kamu bisa sebentar saja berbicara dengan orang yang akhir-akhir ini selalu bisa menemanimu. Membuatmu tak henti-hentinya tersenyum bahkan ketika panas matahari sangat menyiksa saat itu. Menyukainya? Mungkin itu kata yang terlalu cepat untuk disimpulkan. Mungkin aku hanya merasa nyaman ketika aku berada di dekatnya, ketika aku bisa dengan leluasa berkeluh kesah tentang hal-hal yang terjadi disekitarku. Mungkin perasaan nyaman itu pula yang membuatku senang sekali ketika bertemu dengannya walaupun hanya dalam hitungan menit saja. Rasa nyaman itu pula yang dapat membuatmu salah tingkah ketika kamu harus berhadapan dengannya di depan umum. Sesuatu hal yang sangat jarang terjadi pada orang cuek sepertiku. Perasaan nyaman itu juga yang membuatku menata diri lebih lama daripada biasanya. Sesuatu yang jarang sekali aku lakukan. Pertemuan singkat yang dapat membuat hariku serasa lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya.
Namun, ternyata Tuhan selalu menyayangiku, Tuhan selalu mengingatkanku akan kebahagiaan semu yang kapan saja bisa Tuhan ambil dariku. Sorenya ketika aku bersama salah satu teman baikku yang lain, yang ntah kenapa sejak pertama kali aku melihatnya getaran-getaran aneh selalu muncul tiba-tiba ntah darimana dan semakin besar dari hari ke hari. Ketika rasa senang itu masih sedikit membekas dalam ingatan, cerita-cerita dari lelaki penyebab getaran itu memberikan luka yang sedikit menyiksa hati kecil dan rapuh ini. Hanya dengan satu cerita, satu objek saja, luka itu bisa memberikan rasa sakit hingga meneteskan air mata. Sesuatu yang sangat berharga dan harusnya hanya jatuh disaat-saat terpenting saja. Rasa itu sungguh memberikan efek yang buruk pada diriku sore itu, aku tak bisa merasakan semilir-semilir angin yang selalu aku rasakan dengan senang dan bahagia, aku tak bisa memandang takjub semburat-semburat keemasan yang bertebaran di langit, pertanda malam akan tiba, seperti hari-hari sebelumnya. Rasa kecewa itu mengingatkanku untuk selalu bersyukur pada Tuhan, yang selalu mengingatkan ku pentingnya bersyukur dan memandang semua hal secukupnya, tanpa euforia berlebihan yang hanya akan meninggalkan luka lebih dalam lagi.
Antara perasaan senang dan perasaan terluka
Antara sang Hujan dan sang Angin
Antara perasaan nyaman dan getaran-getaran

Sungguh aku berada diantara persimpangan yang tak aku mengerti kemana aku harus melangkah, menuju nyamannya suasana hujan, atau semilir-semilir angin yang selalu memberikan kesegaran dan semangat baru untukku.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

2024 will be Great! InsyaAllah

 assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh  hello bloggers! how are you today? Alhamdulillah i am fine, i pray you always healthy and God...