Siapa
yang tidak teriris hatinya melihat saudara-saudaranya tertimpa musibah gempa
dan tsunami. Saudara-saudara kita di Palu dan Donggala mendapat musibah yang juga
menjadi teguran bagi kita semua. Bahwa kuasa Allah tidak bisa diprediksi oleh
teknologi secanggih apapun. Melihat foto-foto yang mengisahkan bagaimana korban
yang meninggal akibat tsunami ini seharusnya membuat kita semua semakin dekat
dengan Allah. Memohon ampunan-Nya. Memohon agar kelak ketika kita meninggal,
Allah matikan kita dalam keadaan beriman, seorang muslim, dan khusnul khotimah.
Secara
pribadi bencana mengingatkan ku bagaimana gempa yang saat itu terjadi di
lombok, dan getarannya sampai ke pulau Bali. Ketika itu aku sedang berada di
mushala. Getarannya begitu kencang. Apa yang ada dibenakku saat itu adalah
apakah sudah cukup bekalku di akhirat nanti? Sudah cukupkah amalan yang aku
lakukan untuk mendapat ridha Allah masuk ke dalam surga-Nya? Masihkah ada waktu
untukku memperbaiki diri?
Tulisan
ini aku buat sebagai pengingat diri ini, bahwa diri ini tidak pernah tahu kapan
ajal akan menjemput. Sudahkah aku memaksimalkan waktu untuk mengejar ridha
Allah? Sudahkah aku masuk ke dalam golongan ummat Nabi Muhammad saw? Ya Rabb,
Ya Allah, Ya Rahman, tunjukanlah kami selalu jalan-Mu yang lurus.
1 Oktober 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar