Berkata baik atau diam.
Saat maksud baik tak lagi dapat dipahami, lebih baik diam.
Saat kebahagiaan tak bisa dibagikan tersebab hidayah mutlak milik Allah. Bersandar pada Sang Pemilik Hati ini adalah jalan satu-satunya.
Mungkin kata memang tak lagi dibutuhkan.
Tapi cukup dengan tindakan yang terus menerus.
Mungkin kesalahan-kesalahan akan terjadi ke depan. Tapi kita selalu punya Allah untuk mengadu dan meminta ampunan serta perlindunganNya.
Mungkin goresan luka memang meninggalkan rasa sakit tersebab Allah ingin kita merasakan bahwa bergantung, berharap itu mutlak digantungkan padaNya.
Mungkin memang inilah jalan yang harus diraih agar semakin merasakan bahwa dunia bukan tempat untuk "bermain-main".
Mungkin memang sudah saatnya untuk berhenti berekspektasi.
Saatnya beraksi nyata, dengan karya yang tak berkesudahan untuk diupayakan.
Mungkin memang harus dilalui agar proses pendewasaan bisa dilalui.
Mungkin akan ada banyak tantangan dan rintangan ke depan. Tapi ingatlah bahwa Allah tidak pernah memberikan ujian, masalah diluar batas kemampuan kita.
Teruslah berpikir positif bahwa Allah akan senantiasa menjaga kita. Bahwa ruang ampunan selalu terbuka untuk kita.
Malam 22 Ramadhan 1444
Tidak ada komentar:
Posting Komentar