Aku adalah seorang mahasiswa
fakultas ekonomi yang sangat menyukai music dan seni. Bukan hal yang aneh
memang, namun akhir-akhir ini, karena di salah satu media sosial aku sering
memposting karya handlettering aku, ada beberapa teman yang menyarankan aku kuliah
design dan lebih baik menjadi anak seni. Well, aku bangga dengan sebutan anak
seni, salah satu dosenku di fakultas,yang mengajar mata kuliah bahasa
indonesia, saat itu secara kebetulan bertanya kepadaku seni apa yang bisa aku
lakukan, dan aku berkata pada beliau bahwa aku bisa menyanyi dan menggambar. I
love it. Dan beliau berkata bila anak yang bisa seni dan menyukai seni adalah
orang yang bisa menyeimbangkan keadaan emosionalnya sehingga bisa selalu tenang
dalam menghadapi masalah. Sesuatu yang sangat aku syukuri. Untungnya jiwa seni
dari ibuku mengalir dalam tubuhku, dan
tanpa aku sadari semakin besar dari hari ke hari.
Di masa muda, ibuku sangat suka
kegiatan yang berhubungan dengan seni, dan prakarya, sampai sekarang pun ibu
masih suka membuat barang-barang kerajinan untuk dijual ataupun untuk memuaskan
hasrat membuat kerajinan saja. Ibuku juga sangat lihai dalam hal menggambar,
baik itu menggambar hewan, manusia, beliau bisa melakukannya dengan baik. Sejak
kecil beliau selalu membantuku dan adikku ketika kami sedang mendapat tugas
membuat suatu prakarya. Terkadang, malah beliau yang menyelesaikan tugas kami,
jika sampai malam tugas itu belum juga selesai. Beliau adalah orang yang sangat
menyukai kegiatan seperti itu tanpa memandang waktu. Terkadang bila sedang ada
pesanan, beliau mampu menyelesaikannya hingga dini hari.
Beliau juga sangat pandai dalam
hal memasak, baik itu masakan daerah ataupun jajanan khas suatu daerah.
Sayangnya bakat itu belum terasa nyata dalam diriku, aku lebih suka makan
daripada memasak di dapur. Namun bila terpaksa aku bisa memasak. Hahaha,
mungkin aku hanya malas saja mengasah kemampuan memasakku. Ibu pernah berkata
bahwa setiap perempuan pasti bisa memasak, karena itu memang kodrat kita
sebagai perempuan. Yang jadi permasalahannya, adalah pada diri kita sendiri,
mau melakukannya, mau belajar, atau tidak.
Kembali lagi, ke masalah seni,
apa hubungan dengan cita-cita, minat, dan cinta? Seni adalah bidang yang ingin
aku tekuni sampai kapanpun, walaupun nantinya aku ingin menjadi akademisi di bidang ekonomi dan
menjadi ahli di bidang ekonomi. Cita-citaku sangat besar, aku ingin menjadi
menteri keuangan. Dan ingin menjadi pimpinan salah satu direksi di Bank
Indonesia. Semoga saja cita-cita itu bisa terkabul. Sekarang adalah saat dimana
aku harus berjuang satu persatu, dari hal terkecil dulu untuk bisa mewujudkan
cita-citaku tersebut. Aku juga ingin bisa mengambil beasiswa dan melanjutkan S2
dibidang finance, dan target utamaku adalah Oxford University. Atau nggak
banyak universitas di Inggris lain yang nggak kalah bagus. Itu impian besarku
diantara ratusan mimpi besar yang selalu aku gantung setinggi langit, dan
selalu ada dalam doaku.
Semua hal yang kalian
cita-citakan dalam hidup, ataupun minat kalian dalam bidang apapun itu pasti
pada dasarnya didasarkan oleh kecintaan kalian terhadap apa yang menarik
menurut sudut pandang kalian. Tanpa cinta rasanya mustahil seseorang dapat
bertahan dengan apa yang mereka minati dan cita-citakan. Cinta membuat
seseorang memiliki gairah dan semangat demi mengembangkan minat dan bakat
mereka, serta semangat untuk meraih apa yang menjadi cita-citanya. Dengan cinta
pengorbanan apapun dapat dilakukan, karena cinta adalah materi terkuat yang
bisa mengalahkan segalanya. Tentunya cinta itu harus bisa memberikan dampak
positif bagi diri kita dan juga bagi hidup kita.
Minat ku yang lain adalah di
bidang tulis menulis ini. Hobi membaca yang sudah melekat sejak dini pada
diriku membuat aku terbiasa menulis ide-ide yang tiba-tiba muncul dalam
benakku. Merangkai kata dan menyusunnya menjadi kalimat kemudian paragraf,
sampai akhirnya bisa menjadi tulisan yang menarik, adalah hobi yang semoga
sampai kapanpun akan terus aku lakukan. Dengan menulis secara langsung otak
terasah untuk terus berpikir kritis dan semakin mendorongku untuk terus membaca
agar tata bahasa dan tatanan serta struktur bahasa yang aku miliki semakin
luas. Menurutku membaca dan menulis adalah kegiatan yang tidak akan bisa
terpisahkan, khususnya dalam hidupku. Dengan membaca kita belajar melihat suatu
persoalan tidak hanya dari satu sudut pandang saja, melainkan melihatnya dari
berbagai sudut pandang yang berbeda. Dengan membaca, intelektual kita juga akan
semakin terasah. Kita bisa juga memposisikan diri dalam berbagai situasi. Dengan
membaca juga kita mengasah kinerja otak sehingga tidak melemah dan layu atau
bahkan mati. Karena jutaan sel otak dalam kepala kita dapat mati jika kita jarang
menggunakannya.
Minat lain yang aku sukai adalah
musik. I love it. Musik membantu kita memahami sekitar. Mampu membawa
ketenangan hati dan kedamaian serta mampu membangkitkan semangat. Dengan mendengarkan
musik sel otak kita juga dapat berfungsi dengan lebih baik, karena itu banyak
diantara kita yang ketika belajar sambil mendengarkan musik. Musik juga
merupakan bagian dari hidupku yang tidak akan pernah bisa terlepaskan. Karena
aku sangat menyukainya. Menyanyi, bermain alat musik, membaca not angka, adalah
kegiatan yang sangat aku sukai. Lagi-lagi itu karena ibuku yang mewariskannya
kepadaku. Ya ibuku sangat suka menyanyi, walaupun beliau tidak bisa bermain
musik beliau sangat suka menyanyi, hampir setiap hari dan dimanapun beliau
bernyanyi bermacam-macam lagu. Oiya hobi membaca yang aku miliki juga merupakan
warisan yang beliau turunkan padaku. Beliau sangat suka membaca, sehingga
wawasan beliau sangatlah luas. Beliau juga masih up to date dengan
berita-berita terbaru hingga saat ini.
Karena dari tadi aku hanya
berbicara mengenai apa saja yang ibuku wariskan kepadaku, aku ingin sedikit
bercerita tentang gen apa yang diberikan oleh bapakku. Beliau adalah orang yang
tegas, begitu pula aku, beliau juga sangat menyukai olahraga sama sepertiku. Aku
bisa berenang dan bersepeda itu semua berkat beliau. Beliau mengajariku sejak
aku berumur 3 tahun. Beliau juga suka mengajakku bermain ke pantai dan tempat wisata
alam lainnya. Beliau juga lah yang mendidikku hingga aku bisa sampai ke tahap
ini. Beliau yang mengajarkanku untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah,
kapanpun dan dimanapun. beliau yang selalu berkata untuk selalu meminta
pertolongan hanya kepada Allah. Beliau mengajarkanku untuk bisa menghargai
perbedaan, menghargai orang lain. Beliau orang yang sangat ramah menurutku. Auranya
sangat menentramkan. Pernahh suatu ketika saat ada acara di tempat tinggalku,
aku bisa melihat aura dan cahaya yang terpancar begitu indah dari wajah beliau.
Beliau juga adalah orang yang selalu mengingatkanku untu belajar sholat tepat
waktu, dan jangan pernah lupa untuk bersedekah. Sosok bapak yang tidak akan
pernah tergantikan oleh siapapun. J
Aku rasa cukup untuk tulisan kali
ini, aku sangat puas karena bisa menuangkan pikiran-pikiran yang sudah lumayan
lama ada di kepala dan baru sempat aku keluarkan saat ini. Aku juga senang
karena tulisan kali ini lumayan panjang daripada tulisan-tulisan sebelumnya. Semoga
bisa terus seperti ini, walaupun lebih panjang tapi tulisannya tepat berbobot
dan ringan untuk dibaca dan mudah dipahami. Happy reading everyone!