Assalamualaikum wa rahmatullahi wa
barakatuh. Sahabatku dimanapun kalian berada, apa kabar? Semoga selalu dalam
lindungan Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin Allahumma Aamiin.
Kali
ini, sesuai judul tulisan di atas, aku akan berbagi pengalamanku merasakan I’tikaf
di masjid dari sekitar jam 9 malam sampai subuh. Karena sebelum-sebelumnya, aku
baru I’tikaf itu berangkat dari rumah sekitar jam 2 malam, dan menjelang waktu
imsak, pulang ke rumah untuk melaksanakan sahur. Alhamdulillah, tahun ini bisa
merasakannya. Dan semoga bisa rutin tiap tahunnya. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.
Tentunya
buat shalihah yang mau i’tikaf di masjid harus izin orang tua yaa dan jangan
sendirian. Pastikan juga masjid yang akan menjadi tempat I’tikaf menyediakan
tempat khusus bagi muslimah. Biasanya masjid yang menyediakan i’tikaf juga
menyediakan santap sahur gratis. Alhamdulillah untuk para jamaah yang ingin
khusyuk beribadah, mereka tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan santap sahur
mereka sendiri. Sebagaimana orang i’tikaf di masjid. Para jamaah ber-taqqarub
(mendekatkan diri) kepada Allah subhahu wa ta’ala dengan membaca al-qur’an,
berdzikir, berdoa, mengerjakan sholat sunnah, dan amalan-amalan lainnya.
masyaAllah, lingkungan yang sangat mendukung sekali untuk mendekatkan diri
kepada Sang Khaliq. Buat yang belum pernah, yuk dicoba, insyaAllah ketagihan. Kita
harus mengupayakan semua hal yang bisa kita lakukan untuk semakin mendekat pada
yang Maha Penyayang bukan? Hanya 10 hari terakhir di bulan Ramadan, meluangkan 10
hari dari 365 hari yang ada. Harusnya bukan sesuatu hal yang berat bukan? Ditambah
lagi pahala dan kebaikan-kebaikan yang insyaAllah akan kita dapatkan.
Mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Mari
sebarkan nikmat iman kepada saudari-saudari kita. Allahu Akbar!
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa
barakatuh.
7 Juni 2018 / 22 Ramadan 1439 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar