Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sore! Hari ini aku akan mulai tantangan 30 hari menulis. terinpirasi dari sebuah kelas menulis online via whatsapp. aku sudah sering ikut kelas menulis online dan belum berhasil untuk mengikuti setiap challenge yang diberikan di kelas online tersebut. Hal inilah yang membuatku menarik kesimpulan bahwa bukan orang lain yang membuat diri ini berkembang melainkan diri kita sendiri. Ini pendapat pribadi yang aku tujukan untuk diriku sendiri ya. Jadi silahkan saja mengikuti kelas online jika kamu merasa kemampuanmu meningkat dengan mengikuti kegiatan tersebut. selain itu alasan lainnya aku memulai tantangan ini sendirian, adalah karena untuk mengikuti kelas online ini ada biaya yang harus dikeluarkan. aku yang notabenenya berstatus mahasiswa, lebih memilih untuk menahan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan lain yang benar-benar mendesak, semoga selalu seperti itu hehe.
Hari pertama ini aku mulai dengan cerita perjalananku dalam waktu 6 hari dari Semarang-Bekasi-Bogor-Bekasi-Semarang. Seru banget. Akhirnya bisa kembali merasakan perjalanan menggunakan kereta api dan untuk pertama kalinya aku nggak tidur selama perjalanan yang memakan waktu sekitar 6 jam. Aku mengisi perjalanan kali ini dengan mengaji, membaca novel, dan menonton film yang disediakan pihak kereta api. Aku juga mengobrol dengan saudaraku dan makan bersama-bersama. Kebetulan, aku baru tahu bahwa hari itu di bekasi sedang diselenggarakan pertandingan sepak bola Asian Games antara Indonesia dan Palestina dengan skor akhir 1-2. Alhasil begitu tiba, keadaan stasiun sangat ramai dengan banyaknya suporter yang hendak pulang ke kotanya masing-masing. Bagiku naik kereta api dan menginjakkan kaki di stasiun adalah saat-saat yang menyenangkan, maklum aku baru bisa merasakannya ketika berumur 18 tahun saat aku mulai bersekolah di jawa. Pernah sih beberapa kali sewaktu masih smp tapi kan itu sudah lama banget. kenapa jarang banget naik kereta? Karena dari kecil aku tinggal di pulau yang nggak ada jalur kereta apinya.
Puncak dari acara jalan-jalanku kali ini adalah menghadiri acara akad dan resepsi pernikahan sepupuku yang diadakan di kota Bogor. For the first time in my life, aku melihat langsung proses akad nikah. Mengharu biru. Sepupuku selaku mempelai pria mempersembahkan bacaan Ar-Rahman. Namun ternyata hafalan Ar-Rahman itu nggak bisa dijadikan mahar yaa. Aku baru tahu. Nanti deh cari lagi informasi terkait hal ini.
beberapa hal yang ingin aku garis bawahi setelah menyaksikan proses akad nikah dan resepsi pernikahan, sebaiknya:
1. Harusnya tamu undangan itu terpisah tidak campur baur antara pria dan wanita.
2. Mempelai wanita terpisah dengan mempelai pria sampai ijab kabul selesai dilakukan.
3. Mempelai wanita harus tetap menggunakan pakaian sesuai yang diatur dalam syariat islam, tidak tabarruj, ataupun berlebihan.
Intinya pernikahan yang dilakukan karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah seharusnya sesuai dengan syariat islam, tidak melanggar aturan-aturan yang telah Allah tetapkan.
Alhamdulillah, Allah berikan kesempatan untuk melihat akad nikah, jadi aku punya bayangan seperti apa sih pernikahan yang seharusnya sesuai syariat Islam.
terimakasih sudah membaca, sampai ketemu di tulisan-tulisan selanjutnya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semarang, 21-22 Agustus 2018
Puncak dari acara jalan-jalanku kali ini adalah menghadiri acara akad dan resepsi pernikahan sepupuku yang diadakan di kota Bogor. For the first time in my life, aku melihat langsung proses akad nikah. Mengharu biru. Sepupuku selaku mempelai pria mempersembahkan bacaan Ar-Rahman. Namun ternyata hafalan Ar-Rahman itu nggak bisa dijadikan mahar yaa. Aku baru tahu. Nanti deh cari lagi informasi terkait hal ini.
beberapa hal yang ingin aku garis bawahi setelah menyaksikan proses akad nikah dan resepsi pernikahan, sebaiknya:
1. Harusnya tamu undangan itu terpisah tidak campur baur antara pria dan wanita.
2. Mempelai wanita terpisah dengan mempelai pria sampai ijab kabul selesai dilakukan.
3. Mempelai wanita harus tetap menggunakan pakaian sesuai yang diatur dalam syariat islam, tidak tabarruj, ataupun berlebihan.
Intinya pernikahan yang dilakukan karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah seharusnya sesuai dengan syariat islam, tidak melanggar aturan-aturan yang telah Allah tetapkan.
Alhamdulillah, Allah berikan kesempatan untuk melihat akad nikah, jadi aku punya bayangan seperti apa sih pernikahan yang seharusnya sesuai syariat Islam.
terimakasih sudah membaca, sampai ketemu di tulisan-tulisan selanjutnya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semarang, 21-22 Agustus 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar